Home OLAHRAGA Jelang MotoGP 2020: Desmosedici Masih Butuh Gaspol

Jelang MotoGP 2020: Desmosedici Masih Butuh Gaspol

0
SHARE
BUTUH EVALUASI: Pebalap Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci butuh mesin dan motor yang kompetitif agar bisa bersaing memperebutkan gelar juara MotoGP 2020. FOTO: MGP

SEMPAT mempermaslahkan kemampuan motornya ketika memasuki tikungan kali ini pebalap Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, mengimbau timnya untuk bisa menciptakan motor yang lebih baik guna lebih kompetitif musim depan. Namun, pihak Ducati yang sempat menemukan solusi tersebut justru mendapat masalah lain yakni menurunnya top speed motor mereka.

Menurut pebalap Italia itu, meski performa Ducati di tikungan memang harus diperbaiki, namun tarikan gaspol atau top speed mereka juga harus dipertahankan. Menurutnya, top speed adalah cara paling aman dan efektif dalam meningkatkan catatan waktu.

“Salsa satu poin kuat motor kami adalah kecepatan di trek lurus. Jelas kami selalu butuh kecepatan tinggi, mengingat ini cara paling aman untuk meningkatkan catatan waktu, karena Anda bisa melaju sepersekian detik lebih cepat tanpa ambil risiko di tikungan,” ujar Petrucci, melansir dari laman Crash, Selasa (21/1/2020).

“Pada 2019, kami punya penantang lain, pabrika lain, yang cukup dekat dengan top speed kami, tapi ini semua tak hanya tergantung pada mesin,” lanjut Petrucci, merujuk pada perangkat lain, seperti aerodinamika, elektronik, dan grip.

Sementara dirinya berharap pada insinyur Ducati mau mempertahankan tenaga besar dan top speed Desmosedici untuk model motor 2020. Petrucci yakin bahwa Ducati juga harus mencari cara agar lincah di tikungan seperti motor-motor pabrikan lain.

“Kami tertinggal dalam pengendalian dan stabilitas ban depan, bisa dikatakan dalam membelok. Tapi saya tak bisa 100 persen membandingkan motor kami dengan motor lain, karena hanya pernah mengendarai Ducati. Tahun-tahun pertama di MotoGP, saya pakai CRT, motor yang sama sekali tak seperti motor MotoGP sungguhan,” tutupnya.

Melaju di trek lurus dengan kecepatan setinggi itu memang butuh keberanian besar, tapi menurut Petrucci, tantangannya tak sesulit ketika harus mengerem dan membelok di tikungan, yakni area di mana kesalahan dan kecelakaan biasa terjadi.

Petrucci dan para rider Ducati lainnya akan kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pada 7-9 Februari. Sebelumnya, sang test rider, Michele Pirro, akan turun lebih dulu dalam uji coba shakedown pada 2-4 Februari.

Sedangkan pebalap tim satelit Ducati, Pramac Ducati, Fransesco Bagnaia menyatakan, untuk mengatasi liarnya motor Desmosedici, ia siap mengubah gaya balapnya musim 2020.

Sebagaimana diketahui, Bagnaia memang mengalami musim yang tidak terlalu baik di MotoGP 2019 kemarin. Mengawali musim perdananya bersama Tim Pramac Ducati, Bagnaia yang awalnya diyakini bakal menjadi lawan berat Marc Marquez (Repsol Honda) justru kesulitan dan hanya mengakjiri musim di peringkat ke-16 klasemen akhir musim lalu.

“Setelah balapan di Aragon kami mulai mencoba mencari cara untuk memperbaiki segalanya, salah satunya adalah dengan mengubah gaya balapan dengan cukup signifikan,” ujar Bagnaia, melansir dari laman Sportskeeda, Selasa (21/1/2020).

“Itu bukan musim yang baik bagi seorang rookie, tentu saja itu bukan yang saya harapkan di awal. Saya pikir akan lebih cepat. Tapi begitulah, saya mencoba belajar dan saya pikir saya sudah belajar paling banyak, terutama dalam lima balapan terakhir. Kami juga mengambil langkah maju,” tambahnya.

“Kami benar-benar mengubah segalanya dan saya berusaha beradaptasi dengan motor ini sebaik mungkin. Saya juga berusaha sebaik mungkin untuk bisa melakukan pengereman dengan baik dan tidak bergantung pada kecepatan ketika memasuki tikungan,” tandasnya. (apw/mgp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here