Home TANGERANG HUB Kenalkan Pilkada, KPU Adu Cerdas Siswa 16 Sekolah

Kenalkan Pilkada, KPU Adu Cerdas Siswa 16 Sekolah

0
SHARE
JURI LOMBA: Komisioner KPU Ahmad Mudjahid Zein menjadi salah satu juri dalam lomba cerdas cermat siswa yang digelar di UMJ. Kegiatan ini untuk mengasah pengetahuan siswa terkait kepemiluan. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Sebanyak 16 sekolah SMA, MA dan SMK negeri dan swasta mengikuti lomba cerdas cermat. Kegiatan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel tersebut berlangsung di Kampus Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Selasa (28/1).

Divisi Teknis pada KPU Kota Tangsel Achmad Mudjahid Zein mengatakan, kegiatan cerdas cermat pemilu tingkat SMA bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula. “Kami mendatangkan pemilih pemula kepada KPU Kota Tangsel sebagai bentuk pendidikan politik bagi mereka,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (28/1).

Achamd menambahkan, cerdas cermat juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan menjadikan pemilih pemula yang cerdas. Serta mereka sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.

KPU berharap peserta bisa memahami secara untuh tentang sistem pemilu di Indonesia. Mereka juga diharapkan bisa belajar di rumah pintar pemilu yang dimiliki oleh KPU tangsel tentang sejarah kepemiluan.

“Materi yang dilombakan mengenai pengetahuan umum, sistem pemilu, demokrasi dan wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Masih menurutnya, cerdas cermat merupakan acara berkesinambungan. Bukan hanya sekadar cerdas cermat tapi, diawali dengan workhop guru kewarganegaraan terkait tentang pemilu dan demokrasi, cerdas cermat dan lomba pemilu osis (pemilos).

“Yakni bagaimana desain pemilu, prinsip-prinsip pemilu dan siapa yang mendekatai dan ada tim yang menilai,” jelasnya.

Achamd menuturkan, KPU menyasar anak sekolah karena mereka adalah pemilih pemula, tidak hanya kenalkan pemilu saja namun mempraktekkannya. Kampus UMJ dipilih karena Wakil Rektornya yakni Endang Sulastri merupakan mantan Komisioner KPU RI.

“Acara yang kita lakukan ini merupakan cara perkenanlkan pemilu tidak secara monoton,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here