Home TANGERANG HUB Andalkan Pompa Air dan Jembatan Apung

Andalkan Pompa Air dan Jembatan Apung

0
SHARE
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat mengecek kondisi banjir di perumahan Garden City, Kecamatan Priuk, Sabtu (1/1). Pemkot menggunakan jembatan apung dan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

KOTA TANGERANG-Dua titik wilayah di Kecamatan Periuk yaitu Jembatan Alamanda dan Perumahan Garden City terendam banjir hingga 150 cm atau sepinggang orang dewasa. Melihat kondisi banjir mulai terlihat meninggi, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo langsung turun ke lokasi banjir. Pompa air langsung difungsikan.

Menurut Arief, kondisi hujan yang lebat sejak Jumat malam mengakibatkan beberapa wilayah di Kecamatan Priuk dan beberapa wilayah Kota Tangerang kembali banjir. Tetapi, memang terparah adalah wilayah Kecamatan Priuk yang setiap hujan tiba menjadi langganan banjir. “Sejak Jumat malam memang hujan lebat dan tidak berhenti hingga Sabtu. Maka itu Kecamatan Priuk yakni Perumahan Garden City terendam air hingga ketinggan 150 cm. Tetapi ada empat pompa air di Situ Bulakan sudah dibuka semua. Nanti akan datang pompa air yang mobile tiga lagi, akan didistribusi dua di sini dan satu di Rawa Bamban,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres di lokasi banjir, Sabtu (1/2).

Areif menambahkan, tak hanya itu dirinya juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk membangun tanggul tambahan dari karung berisi pasir untuk menahan air yang sudah limpas dari tanggul beton. Bahkan secara cepat, ia juga mengintruksikan BPBD Kota Tangerang untuk melakukan evakuasi warga. “Kami langsung membangun posko banjir di Kecamatan Priuk. Jadi warga yang terjebak harus di evakuasi agar tidak terjadi apa-apa. Kami juga membangun posko kesehatan untuk mengecek kesahatan warga,”paparnya.

Selain Walikota, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin bersama Sekda Kota Tangerang Herman Sumawan dan juga kepala Dinsos Kota Tangerang Suli Rosidi juga melakukan pemantauan langsung di lokasi banjir. Bahkan sampai Minggu (2/2), air masih belum surut karena masih ada limpahan air dari kali Angke. “Tadi (kemarin) saya dan Pak Sekda melakukan pemantauan langsung, ternyata masih banjir. Tetapi ada beberapa wilayah di Kota Tangerang sudah mulai surut karena dilakukan penyedotan melalui pompa yang telah kami siapkan,”ungkap Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan, petugas BPBD akan terus disiagakan untuk mengantisipasi jika hujan kembali lebat dan mengakibatkan banjir di Kecamatan Priuk. Jadi langsung bisa dilakukan evakuasi dengan cepat, warga juga diminta untuk mau dilakukan evakuasi. “Dapur umum juga sudah disiapkan. Warga jadi tidak perlu lagi khawatir karena makanan siap saji akan terus didistribusikan. Selain itu, jika ada warga yang sakit untuk koordinasi dengan petugas agar petugas kesehatan bisa langsung melakukan tindakan,”pungkasnya.


Wakil Walikota Sachrudin (barisan depan kiri) bersama Sekda Kota Tangerang Herman Sumawan (dua dari kiri barisan depan), Minggu (2/2) melihat kondisi banjir di wilayah Kecamatan Priuk.

Sachrudin menjabarkan, pemkot juga telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk membantu mobilisasi warga di lokasi terdampak bencana, mulai dari perahu hingga jembatan apung sebagai sarana untuk memudahkan warga. “BPBD Kota Tangerang menyiagakan sebanyak delapan perahu untuk keperluan evakuasi, selain itu juga ada jembatan apung yang disiapkan untuk warga yang akan menyeberang,” tutupnya.

Sementara itu, lima kecamatan di Kabupaten Tangerang juga terendam banjir. Kecamatan Pakuhaji, Kosambi, Pasarkemis, Sepatan dan Kresek. Banjir paling parah di Kecamatan Pasarkemis, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Bambang Sapto mengatakan, petugas tanggap bencana siaga selama musim hujan. Apalagi adanya informasi potensi hujan lebat di Tangerang dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Ia menuturkan, langsung mengevakuasi setelah mendapat kabar naiknya volume air.

“Kita manfaatkan bangunan fasilitas umum seperti masjid, kantor desa dan ruang kelas sekolah untuk menampung warga yang mengungsi. Perihal sekolah yang terendam ataupun tergenang belum ada laporan masuk ke kita,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (2/2). Bambang menyebutkan, masih mendata dan memverifikasi laporan perihal rumah warga yang terdampak banjir. Ia mengungkapkan, lebih memprioritaskan penanganan dan evakuasi warga pasca banjir. Penanganan kebutuhan logistik maupun tempat pengungsian dilakukan antar kecamatan, dinas sosial dan BPBD.

“Belum bisa kita menampilkan data resmi rumah terdampak. Kita upayakan kebutuhan warga yang terdampak banjir terpenuhi. Sementara diperkirakan lebih dari 40 rumah warga yang tergenang banjir,” lanjutnya. Bambang menyebutkan, dapur umum sudah didirikan di Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji untuk memuhi makanan warga. Sementara, di kecamatan lain kebutuhan makan dan minum mengandalkan makanan cepat saji. Ia menuturkan, hingga Minggu (2/2) pukul 22.00 WIB banjir mulai surut. Termasuk, di Kecamatan Pasarkemis ketinggian air sudah mulai surut ke 10 centimeter hingga 40 centimeter.

“Untuk evakuasi kita siapkan 6 perahu karet dan dua unit standby di markas BPBD. Sementara, kebutuhan mendesak berupa selimut, makanan cepat saji dan air bersih. Kita koordinasi dengan instansi lain untuk memenuhinya. Situasi saat ini, hampir dua hari kemarin tergenang sudah mulai surut dan cuaca tidak hujan,” jelasnya. Ia menjelaskan, banjir diakibatkan volume hujan tinggi, saluran drainase mampet dan naiknya air laut atau rob diwilayah muara. Bambang menegaskan, petugas di lapangan tidak menemukan kesulitan dalam penanganan banjir “Mudah-mudahan cuaca bersahabat. Kita terus monitor dan peralatan maupun petugas stanby di lapangan. Banjir saat ini terjadi akibat hujan deras selama dua hari di awal Februari ini,” tutupnya. (mg-9/zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here