Home PENDIDIKAN SDN Tobat 1 Kecamatan Balaraja Tingkatkan Minat Baca Anak

SDN Tobat 1 Kecamatan Balaraja Tingkatkan Minat Baca Anak

0
SHARE
MEMBACA: Siswa SDN Tobat 1, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang terlihat begitu antusias saat membaca buku di halaman sekolah, kemarin. FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

BALARAJA – Anak-anak masa kini lebih menyukai menonton televisi dan bermain game. Ditambah pesatnya kemajuan teknologi, seperti menjamurnya telepon pintar, mereka semakin jauh dari kegiatan membaca dan kegiatan lain yang lebih mendatangkan manfaat positif.

Padahal membaca akan membuat anak lebih kaya perbendaharaan kosakata, memperlancar kemampuan berbicara, menambah pengetahuan di luar yang diajarkan orangtua dan lingkungan, menambah motivasi, meningkatkan kreativitas dan satu lagi, dengan membaca akan mempengaruhi karakter anak.

“Menumbuhkan minat baca sejak dini akan mempermudah mewujudkan budaya baca dan tradisi keberaksaraan pada anak ke depannya. Namun mengimplementasikan kegiatan positif tersebut pada anak bukan perkara mudah. Selain karena lebih cenderung terpatron kesukaanya pada digitalisasi, anak juga tidak bisa dipaksa begitu saja untuk membaca buku,” terang Mulyadi, Kepala SDN Tobat 1, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, saat diwawancarai Tangerang Ekspres, kemarin.

Sadar tidak mudah mengajak anak membaca, Mulyadi membuat gebrakan literasi sekolah. Dimana siswa diminta untuk membaca buku-buku yang terdapat di perpustakaan sekolah.

Meski koleksi buku dan ruangan perpustakaan sekolah yang terbatas, anak-anak diminta membaca buku bergantian. Bahkan agar membaca buku tidak jenuh, anak-anak diperbolehkan membaca buku di teras kelas dan juga di halaman sekolah.

“Sebenarnya antusias anak dalam membaca buku sangat antusias. Mereka membutuhkan arahan dan juga tempat yang menyenangkan untuk membaca buku,” terang Mulyadi, yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Balaraja.

Mulyadi meminta, kebiasaan membaca buku tidak hanya dilakukan di sekolah. Namun hal positif tersebut harus dibawa ke rumah, mengingat waktu siswa di sekolah sangat terbatas. Justru jauh lebih banyak waktu dimiliki di rumah.

“Tentunya butuh perhatian orangtua. Sudah seharusnya orangtua mengarahkan anaknya membaca buku di rumah, sehingga akan singkron antara kegiatan di sekolah dan di rumah,” tegas Mulyadi. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here