Home TANGERANG HUB Satpol PP Amankan WTS Saat Menjajakan Diri

Satpol PP Amankan WTS Saat Menjajakan Diri

177
0
SHARE

SOLEAR – Sebanyak 13 Wanita Tuna Susila (WTS) terjaring razia personil gabungan. Mereka terjaring razia di warung remang-remang (warmang) yang beralamat di Kampung Kemantren, Desa Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Demikian hal itu disampaikan Bambang Mardi Sentosa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Minggu (1/3).

“Pada malam itu, Kepala Bidang Trantibum Haji Widodo Mei Setiyawanto, yang memimpin apel personil gabungan dari unsur kepolisian, TNI dan Satpol PP di markas kami. Setelah itu barulah tim berpatroli dengan tujuan mencari warmang,” tuturnya, kepada Tangerang Ekspres.

Setelah berpatroli kata Bambang, sekitar pukul 21.00 WIB, tim gabungan menemukan warmang di  Kampung Kemantren. Hasilnya, tim gabungan mengamankan 13 WTS.

“Setelah seluruh WTS didata, kami bawa mereka  ke UPT Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Jalan Raya Carenang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Tiba di tempat ini sekitar pukul 22.40 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres, Lukman Ariyanto, Kepala Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang mengatakan, setelah menerima WTS, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan tujuan mengecek kesehatan WTS.

“Kami khawatir  ada WTS yang terjankit HIV/AID. Sebab kalau sudah terjankit HIV/AIDS tentu penanganannya diberikan kepada Dinkes,” jelasnya.

Sedangkan kata Lukman, WTS yang tidak terjangkit HIV/AIDS akan diberikan pembinaan agar mereka dapat diberdayakan. Caranya, WTS akan dikirim ke panti sosial milik Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta.

“Di sana (panti sosial) mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan supaya memiliki kemapuan. Diantaranya pelatihan menjahit, bertani, berkebun dan lain-lain,” tuturnya.

Tapi menurutnya, tidak semua WTS dikirim ke panti sosial, sebab terkadang ada orang tua ataupun saudara dari WTS yang tidak bersedia WTS dikirim ke panti sosial.

“Dengan demikian kami akan menyerahkan pembinaan kepada orang tua aatupun saudaranya. Terpenting jangan sampai mengulangi hal yang sama yankni menjadi WTS lagi,” pesannya.

Lukman mengungkapkan, biasa alasan perempuan menjadi WTS untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi menurutnya, alasan itu tidak bisa dibenarkan, sebab masih banyak cara lain untuk mengais rezeki yang halal dan lebih baik. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here