Home TANGERANG HUB Cuci Tangan Ampuh Tangkal Corona, Warga Kabupaten Tak Terjangkit

Cuci Tangan Ampuh Tangkal Corona, Warga Kabupaten Tak Terjangkit

0
SHARE
MASKER KOSONG: Salah seorang warga kecewa jika masker disalah satu apotek kosong, saat akan membeli masker, kemarin. FOTO: Net

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, menegaskan tidak ada warga Kabupaten Tangerang yang terjangkit virus Corona. Hal ini usai, pernyataan Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus Corona. Keduanya perempuan berumur 63 dan 31 tahun berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Bidang Pencegahan Persebaran Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi mengatakan, penyebaran virus Corona tidak sehebat Flu Burung. Ia mengimbau agar warga tidak panik dan khawatir walaupun dua WNI positif terjangkit.

Ia menerangkan, penularan virus Corona hanya melalui cairan yang keluar dari batuk atau bersin tidak sehebat flu burung. Hendra menjelaskan, tidak akan tertular apabila berjarak hingga dua meter saat penderita Corona bersin atau batuk.

“Jadi bukan seperti flu burung menakutkan penularannya hanya melalui droplet dan kontak erat. Harus sering-sering cuci tangan pake sabun. Apabila ada penderita bersin kemudian memegang suatu benda seperti pintu dan lain-lain jika tersentuh terus masuk ke mulut maka akan tertular,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Senin (2/3).

Ia menjelaskan, sudah diterbitkan surat edaran kepada puskesmas, klinik, kelurahan, RT/RW dan perusahaan mengenai pencegahan virus Corona. Termasuk penanganan apabila ada pegawi maupun warga yang terduga terjangkit. Menurutnya, tugas pemerintah daerah hanya imbauan. Adapaun tugas pemantauan dan pengawasan dari kementerian kesehatan.

“Melaporkan juga ke kita apabila ada orang yang baru datang dari daerah terjangkit. Untuk tugas memantau itu dari pemerintah pusat. Ada alur pelayanan, apabila ada yang tertular langsung di rujuk  ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso sudah jelas tertera di surat edaran,” tuturnya.

Hendra mengatakan, tidak ada pembelian maupun penyebaran masker dari dinkes kepada publik dikarenakan yang terpenting pencegahan penularan lewat cuci tangan. “Jangan sampai kontak erat dengan penderita,” tegasnya. Lanjutnya, apabila ada yang terjangkit, akan dilakukan penyelidikian epidimiologi terhadap anggota keluarga.

“Kita akan awasi yang sudah kontak dengan penderita selama 14 hari. Kalau sudah lewat 14 hari maka sudah aman. Orang terduga juga harus di isolasi dengan menegenakan masker apabila pergi kemana-mana. Untuk ruang isolasi kita ada di RSU Kabupaten Tangerang namun apabila ada kasus kita rujuk ke RSPI Sulianti Saroso,” tutupnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here