Home PENDIDIKAN Bupati jadi Dosen di STTM Muhammadiyah Tangerang, Mahasiswa Siap Hadapi 4.0

Bupati jadi Dosen di STTM Muhammadiyah Tangerang, Mahasiswa Siap Hadapi 4.0

0
SHARE
KULIAH UMUM: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (berdiri), menjadi dosen undangan saat memberikan kuliah umum di STTM Muhammadiyah Tangerang, dihadiri 500 mahasiswa, Selasa malam (3/3). FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, menegaskan mahasiswa STTM Muhammadiyah Tangerang, harus menjadi mahasiswa yang unggul dan siap menghadapi revolusi industri 4.0.

Ia mengajak mahasiswa menangkap peluang revolusi industri 4.0 di tengah pesatnya dunia teknologi dan informasi. Di sisi lain, industri 4.0 juga akan menghilangkan sejumlah pekerjaan akibat teknologi seperti teller bank, pegawai pos, dan beberapa profesi lain.

“Bagi yang tak siap dengan tantangan revolusi Industri 4.0 akan tergusur dan akan munculnya generasi pengangguran besar-besaran,” kata Zaki, saat menjadi dosen undangan pada kuliah umum, diselenggarakan BEM STTM Muhammadiyah Tangerang, Selasa malam (3/2).

Di hadapan 500 mahasiswa, Zaki meminta mahasiswa mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kualitas diri dan mengendepankan sikap critical, creative, colaborative dan communicative.

“Ini yang harus dimiliki mahasiswa. Harus menjadi generasi yang mencirikan era revolusi industri 4.0, diantaranya memiliki penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Inggris dan penguasaan teknologi informasi,” terang putra mantan Bupati Tangerang Ismet Iskandar ini.

Sementara itu, Ketua STTM Muhammadiyah Tangerang, H Bunyamin, mengakui perguruan tinggi yang dipimpinnya begitu mempersiapkan mahasiswanya agar mampu bersaing di era revolusi industri 4.0.

Kata H Bunyamin, dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas dirinya sudah melakukan berbagai terobosan. Penguasaan bahasa Inggris dan juga menggandeng berbagai perusahaan dan juga Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Tangerang.

“Jadi STTM Muhammadiyah Tangerang sudah meramu bahwa perkuliahan tak boleh seperti dulu. Beberapa sistem perkuliahan sudah mulai menyesuaikan, diantaranya dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan,” jelas H Bunyamin.

Selain itu, tambah H Bunyamin, menghadirkan dosen praktisi serta praktik lapangan bagi mahasiswa sehingga lebih kenal langsung ke dunia lapangan kerja. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here