Home TANGERANG HUB CBRR Sudah Ukur Jalan Rusak

CBRR Sudah Ukur Jalan Rusak

0
SHARE
Jalan rusak di kompleks Taman Royal 1 dan 3 sudah terjadi sejak belasan tahun lalu. Setelah ada putusan dari PN Tangerang, warga mendesak Pemkot Tangerang segara melakukan perbaikan.

TANGERANG – PT CBRR selaku pengembang Taman Royal, kembali membuat kesal warga dan juga DPRD Kota Tangerang karena telah ingkar janji untuk melakukan perbaikan jalan yang rencananya akan diperbaiki.

Sebelumnya, Musanif selaku owner PT CBRR ketika ditanya oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto melalui telpon selularnya menyanggupi perbaikan jalan akan dilakukan pada Rabu (4/3). Tetapi sampai saat ini, dijalan yang rusak belum ada kegiatan ataupun perbaikan jalan.

Turidi mengatakan, jika memang pihak pengembang tidak bisa menepati janji maka masyarakat akan bergerak melakukan klass action agar jalan tersebut diperbaiki. Karena jika melihat kondisi jalan, sudah sangat parah.

“Saya sudah telpon kembali Pak Musanif, janjinya memang hari ini (kemarin) tetapi dia beralasan sudah dilakukan pengukuran dengan panjang 800 meter dan besok (hari ini) akan dilakukan pengerjaan. Tetapi saya akan lihat apakah benar atau tidak,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di DPRD Kota Tangerang, Rabu (4/3).

Turidi menambahkan, masyarakat sudah banyak mengadu dan mengeluh, bahkan beberapa kali pertemuan dengan warga Taman Royal mereka mengeluhkan tidak hanya jalan melainkan sertifikat rumah yang tidak ada, pengembalian uang apartemen, dan juga masalah relokasi pedagang pasar Taman Royal.

“Dari hasil pertemuan tersebut, warga ingin melakukan gugatan ke pengadilan agar hak mereka yang tertahan oleh pengembang bisa dapat. Saya rasa, apa yang dilakukan warga sangat layak karena mereka menutut apa yang menjadi hak mereka selama ini,”paparnya.

Ia menjelaskan, untuk masalah jalan yang rusak warga yang telah mengadu akan melakukan aksi mengumpulkan uang Rp 1000 kepada Pemkot yang nantinya untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.

“Ada yang sudah menyampaikan kepada saya, ada yang melakukan aksi mengumpulkan uang dan itu sebagi bentuk protes mereka. Kalau saya sebagai wakil mereka di DPRD Kota Tangerang mempersilahkan saja, karena memang demi kepentingan banyak dan bukan untuk pribadi,”ungkapnya.

Turidi menuturkan, Pemkot Tangerang bukan tidak bisa memperbaiki jalan tersebut. Melainkan sampai saat ini aset fasos fasum yang dimiliki oleh pengembang belum diserahkan ke Pemkot.

“Kalau sudah diserahkan kemungkinan bisa dibantu, nyatanya memang pihak pengembang ini selalu ingkar janji. Bahkan sudah di ikat dalam MoU masih bisa mengeles dan selalu beralesan,”tutupnya (ran).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here