Home BANTEN Imbas Corona, Masyarakat Jangan Panic Buying

Imbas Corona, Masyarakat Jangan Panic Buying

0
SHARE
ARAHAN: Kepala Disperindag Banten, Babar Suharso (kiri) memberikan arahan rakor antisipasi virus corona di Kantor Disperindag Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (4/3). FOTO: Tb Iyus/Banten Ekspres

SERANG – Fenomena panic buying atau kepanikan pembelian terjadi ketika pemerintah mengumumkan positif dua WNI terkena corona. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak latah dan mengikuti panic buying.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten gelar rapat koordinasi (rakor) antisipasi virus corona di Kantor Disperindag Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (4/3). Hal itu dilakukan dalam merespon lonjakan kunjungan pusat perbelanjaan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak awal pekan ini.

Diketahui, beberapa hari terakhir terjadi kepanikan pembelian atau panic buying akibat adanya temuan kasus dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, pihaknya telah menerima laporan telah terjadi panic buying di daerah Kota Tangsel. Kondisi itu terjadi karena masyarakat merasa khawatir dengan adanya dua warga yang terinfeksi virus corona.

“Terjadinya panic buying khususnya masyarakat yang mengkahawatirkan tentang adanya dua WNI yang positif terkena virus corona meski itu bukan di Banten. Panic buying tadi dilaporkan ada oleh Disperindag Kota Tangsel dan Hypermart di wilayah Tangerang Selatan,” kata Babar kepada wartawan.

Babar menjelaskan, dalam panic buying itu masyarakat banyak memborong sembako. Diakuinya, karena permintaan yang melonjak harga sejumlah komoditas sempat merangkak naik akan tetapi segera kembali stabil.

Dipaparkan Babar, untuk daerah Kota Tangsel pun tak seluruhnya terjadi panic buying. Dari laporan dan pantauannya, kondisi itu hanya terjadi di Kecamatan Serpong. Sementara di luar kecamatan itu masih terlihat normal.

“Tidak sepanik yang dibayangkan sebetulanya dan di luar Serpong negatif. Normal, Serang tidak, Cilegon tidak, Kota Tangerang tidak. Hanya di wilayah Tangsel, itu pun sedikit,” jelasnya.

Babar mengungkapkan, di sejumlah pusat perbelanjaan pun sempat terjadi lonjakan kunjungan. Akan tetapi, setelah ditelisik hal itu bukan terjadi karena panic buying. “Jadi hanya daerah tertentu, hanya sedikit ternyata yang melakukan panic buying. Setelah didalami memang  tanggal 2 dan 3 (Maret) itu memang tanggal muda dan memang waktunya belanja rutin,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here