Home TANGERANG HUB Taman Ditutup Untuk Umum

Taman Ditutup Untuk Umum

0
SHARE
Taman Gajah Tunggal yang berada di pinggir sungai Cisadane mulai hari ini ditutup umum untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Tiga kepala daerah, Walikota Tangerang, Walikota Tangsel dan Bupati Tangerang menggelar rapat terbatas (Ratas) dipimpin Gubernur Banten Wahidin Halim di Pendopo Bupati Tangerang, Minggu (15/3). Ratas yang dihadiri oleh Forkopimda se-Tangerang Raya ini membahas pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang kini menjadi pandemik. Salah satu poin penting dari hasi ratas, membatasi kegiatan masyarakat yang mengundang orang banyak.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan untuk sementara taman-taman tematik ditutup. Pertokoan yang ada di Kota Tangerang diimbau untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. “Di Kota Tangerang mulai hari ini (kemarin) taman-taman tematik sementara ditutup. Kita kurangi interaksi masyarakat di ruang terbuka. Untuk taman ditutup mulai 15 sampai 30 Maret,” terang Arief. “Untuk pertokoan juga kita minta sudah ada standar pencegahan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruang-ruang pertokoan,” paparnya. Walikota juga berharap masyarakat tetap tenang karena pemerintah terus berkoordinasi untuk mengatasi pandemik yang terjadi.

“Saya harap masyarakat tetap tenang, kita terus tingkatkan kewaspadaan. Mudah-mudahan wabah ini bisa segera teratasi,” harap Arief. Sebagai langkah mencegah penyebaran virus Covid-19 , Arief menjabarkan selama dua pekan ke depan mulai 16 hingga 30 Maret , siswa di seluruh sekolah melakukan kegiatan belajar di rumah. “Supaya para murid terhindar dari penularan virus,” paparnya. Selain menetapkan proses belajar di rumah, Walikota juga meminta agar seluruh sekolah membatalkan rencana kegiatan yang dilakukan di luar kelas maupun karyawisata. “Libur bukan berarti bisa jalan-jalan. Fokus saja belajar dari rumah,” ungkapnya.

Kepala Dindik Kota Tangerang Masyati mengatakan, selama 14 hari kedepan seluruh pelajar untuk belajar di rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan memanfaatkan platform mesin pencari Google dan juga modul yang di keluarkan oleh pemerintah pusat. “Selama dua Minggu, para siswa diwajibkan untuk belajar di rumah. Akan tetapi bukan tidak belajar, melainkan guru yang ada di Kota Tangerang memanfaatkan Google untuk membuka kelas dalam proses belajar mengajar. Sehingga para siswa nantinya dapat mengikuti pelajaran melalui handphone atau komputer,” ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres melalui telpon selularnya, Minggu (15/3).

Masyati menambahkan, tidak ada alasan bagi jajaran dinas pendidikan untuk menghentikan pelayanan pendidikan. Terlebih di era informasi digital saat ini proses belajar tidak lagi memerlukan tatap muka. “Siswa yang belajar di rumah, dipantau langsung oleh setiap guru di sekolah,” paparnya. la menjelaskan,┬ácara lain yang dipersiapkan agar seluruh siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar yakni, dengan mempersiapkan modul fisik yang dibagikan oleh pihak sekolah kepada siswanya. “Misalnya anak SD kelas satu sampai tiga, nanti sekolah mempersiapkan modul untuk dikerjakan di rumah, dan untuk SMP yang masih belum bisa mengakses karena beberapa hal kami juga akan mempersiapkannya,”ungkapnya.

Kegiatan pembelajaran di rumah, kata Masyati, dipastikan tidak akan mengganggu proses ujian, baik kenaikan kelas ataupun kelulusan yang bakal digelar dalam beberapa bulan kedepan. “Insya Allah tidak ada masalah. Kami terus mencoba memberikan yang terbaik agar semua dapat terhindar dari virus tersebut. Untuk UN kita masih menunggu keputusan pusat apakah tetap dijalankan atau diundur,” tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here