Home TANGERANG HUB Sayangi Keluarga, Jangan Mudik

Sayangi Keluarga, Jangan Mudik

0
SHARE
Petugas Satuan Lalulintas Polrestro Tangerang Kota mendatangi terminal Poris Plawad mengimbau warga untuk tidak mudik ke kampung halaman.

TANGERANG-Polres Metro Tangerang Kota mengimbau warga untuk bisa menahan diri, tidak mudik selama virus Corona masih mewabah. Selain itu, petugas polres mendatangi terminal Poris Plawad untuk memberikan informasi kepada para penumpang untuk tidak nekat berangkat ke kampung halaman. Di khawatirkan virus tersebut bisa terbawa dan menularkan ke keluarga yang ada di kampung halaman.

Kombes Pol Sugeng Hariyanto, Kapolres Metro Tangerang Kota

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, mudik tahun ini kalau bisa ditunda sampai benar-benar wabah Covid-19 selesai. “Kita tidak tahu apakah dari sebagaian dari diri kita tertular atau tidak. Jika memaksakan untuk mudik, apakah tidak kasihan dengan keluarga di sana. Karena, kita bisa menularkan. Maka itu saya meminta untuk masyarakat menahan diri, tidak mudik ke kampung halaman,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Mapolrestro Tangkot, Sabtu (28/3).

Sugeng menambahkan, saat ini semua perusahaan angkutan bus yang ada di terminal Poris Plawad sudah diberikan imbuan. Bahkan masyarakat yang ingin pulang kampung juga diberikan nasihat untuk tidak berangkat. Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. “Anggota kami sudah turun dan melakukan sosialisasi. Memang saat di terminal banyak sekali warga yang ingin mudik. Tetapi kalau bisa jangan mudik dulu. Khawatir jika di dalam bus ada yang menularkan Covid-19, bisa membahayakan keluarga di sana,”paparnya.

Ia menjelaskan, imbuan yang dilakukan juga dilakukan di lingkungan masyarakat. Hal tersebut untuk memutus mata rantai penyeberan virus Corona. Bahkan polisi sudah melarang masyarakat untuk berkumpul di luar rumah dan meminta untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. “Kami juga sudah meminta warga tidak kumpul di luar rumah, kita akan tindak tegas jika adanyang masih berkumpul. Kita akan sanksi hukuman penjara 1 tahun. Maka itu diminta warga untuk tidak mengumpul atau membuat kegiatan yang mengundang banyak orang,”ungkapnya

Sementara itu, salah seorang warga Bejo, tetap nekat mudik ke Solo. Ia takut dengan adanya Corona. Makanya bersama istri dan anak mudik ke kampung halaman untuk menghindari terpapar Corona. “Mumpung anak libur, makanya saya ajak mudik dulu menghindari Corona. Saya takut mas, lihat di televisi sudah banyak yang meninggal. Makanya saya ngungsi terlebih dahulu. Ini juga saya bingung pak polisi melarang kita untuk mudik,” pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here