Home TANGERANG HUB Lawan Corona, Ikuti Anjuran Pemerintah, Gatot Minta Pembangunan Gedung DPRD Rp 40...

Lawan Corona, Ikuti Anjuran Pemerintah, Gatot Minta Pembangunan Gedung DPRD Rp 40 M Ditunda

0
SHARE
Walikota Tangerang Arif R Wismansyah berbicara dengan pedagang makanan meminta agar tetap menggunakan masker dan meminta konsumenya membawa pulang makanan yang dibeli, demi memutus penyeberan virus Corona. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG-Pemkot Tangerang, bersama Forkopimda melakukan operasi bersama, dalam rangka memberikan imbuan ke warga untuk menghindari kerumunan massa (social distancing) selama ada wabah Corona. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Wali Kota Sachrudin, Ketua DPRD Gatot Wibowo, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Wisnu Kurniawan bersama dengan sejumlah unsur organisasi kepemudaan dan masyarakat keliling Kota Tangerang, Jumat (3/4) malam.

Seluruh wilayah di 13 kecamatan didatangi. Semua warga yang masih berkativitas di luar rumah diimbau untuk pulang. Karena dengan di rumah, diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk mengingatkan warga untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah, agar tetap di rumah selama wabah virus Corona ini. Boleh keluar rumah, untuk urusan yang sangat penting.

“Kita lakukan monitoring dan sosialisasi kepada masyarakat untuk sebisa mungkin beraktifitas di rumah. Jika tidak ada keperluan yang mendesak jangan keluar rumah. Kalaupun ada keperluan mendesak keluar rumah wajib menggunakan masker jenis apa pun,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres di Plaza Pemkot Tangerang, Jumat (3/4).

Arief menambahkan monitoring ini dilakukan secara bersama-sama dan dibagi dalam tiga wilayah. Di antaranya wilayah timur meliputi Kecamatan Ciledug, Karang Tengah, Larangan dan Pinang. Wilayah barat meliputi Kecamatan Tangerang, Cibodas, Karawaci, Jatiuwung dan Periuk. Sementara wilayah tengah dilakukan di wilayah kecamatan Batuceper, Benda, Neglasari dan Cipondoh.

“Total personel sebanyak 97gabungan dari TNI, Polri dan Pemkot. Ada juga dari teman-teman Pramuka, KNPI, serta organisasi lain. Tujuannya untuk meminimalisir berkumpulnya masyarakat di luar rumah,”paparnya. Ia menerangkan, langkah ini ditempuh sebagai bukti keseriusan pemerintah, TNI dan Polri di Kota Tangerang untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Saya optimis, jika masyarakat bisa membantu kami untu melawan Corona maka penyebarannya bisa cepat selesai. Karena penyebaran virus ini melalui tubuh manusia. Maka itu masyarakat wajib untuk mengikuti anjuran pemerintah tetap di rumah. Mari bersama kita bekerjasama melawan Covid-19,”ungkapnya. Arief menuturkan, untuk operasi ini akan terus dilakukan agar masyarakat bisa sadar, akan bahaya virus Corona ini. Saat ini memang di Kota Tangerang sebagian besar sudah mengikuti anjuran pemerintah. Tetapi ada juga warga yang tidak peduli dan tetap berkumpul di luar rumah. “Kami selaku pemerintah tidak akan bosan memberikan imbauan kepada masyarakat.Karena kami ingin masyarakat Kota Tangerang tidak terlalu banyak yang menjadi korban Corona. Sekali lagi saya minta untuk tetap di rumah saja,”tutupnya.

Sementara itu, untuk penanggulangan Corona, seluruh anggota DPRD Kota Tangerang, sepakat untuk menyumbangkan sebulan gajinya ke tim gugus tugas penanggulangan COVID-19 di Kota Tangerang. Tak hanya gaji, namun anggaran untuk membangun gedung DPRD sebesar Rp 40 miliar pun, diminta dialihkan untuk penanggulan Covid-19. “Seluruh anggota dewan pada bulan April ini, gajinya akan disumbangkan untuk biaya penanggulangan COVID-19,” ujar Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo.

Gatot mengatakan anggaran pembangunan gedung DPRD Kota Tangerang rencananya yang akan dibangun tahun 2020 ini, diminta untuk ditunda. Dananya dilaihkan untuk penanggulangan virus Corona. Pembangunan gedung rencananya memakan anggaran Rp40 miliar. “Seluruh anggota DPRD sudah sepakat untuk anggaran pembanguan gedung DPRD yang baru boleh digunakan untuk penanggulangan Covid-19 jika dibutuhkan,” katanya. “Kita mempersilakan untuk menggunakan anggaran itu. Asalkan tepat sasaran dalam penggunaannya,” lanjutnya. Gatot menambahkan, selain anggaran pembangunan gedung DPRD, kegiatan dewan yang lain dipangkas. Namun, lanjut Gatot, emangkasan kegiatan DPRD harus dengan catatan, yang mana anggaran tersebut harus sesuai peruntukannya dan dapat dipertanggungjawabkan. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here