Home TANGERANG HUB Pengusaha Diminta Bayar THR

Pengusaha Diminta Bayar THR

0
SHARE
MENJAHIT: Karyawan tekstil di salah satu perusahaan di Kabupaten Tangerang saat menjahit pakaian. FOTO: Ist

CIKUPA – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kabupaten Tangerang, meminta pengusaha tetap membayar gaji dan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan di tengah wabah Corona. Pasalnya, pengusaha di bidang pariwisata maupun industri dinilai wabah Cobid-19 puncaknya pada April dan aktivitas usaha kembali normal mulai Juni mendatang.

Ketua KSPSI Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi mengatakan, pengusaha mengeluarkan wacana akan meliburkan, bahkan merumahkan sebagian besar karyawan sampai batas waktu tanggap darurat Corona berakhir secara nasional. Ia menegaskan, sudah berkomunikasi kepada perwakilan perusahaan guna menjamin upah selama dua atau tiga bulan kedepan dan THR tetap dibayarkan.

“Kami bersikeras meminta fatwa kepada pemerintah agar konsukuensi hal ini pengusaha bersedia 100 persen membayar upahnya. dan kemudian 100 persen membayar THR. Sudah ada tiga perusahaan yang kami serap dan yang lain masih proses perundingan. Pengaruh psikologis karyawan maupun buruh mempengaruhi kesehatan, sehingga apabila tidak dibayarkan gaji dan tunjangan lebaran. Tentu saja ini rentan terinfeksi Corona, karena imunitas menurun akibat faktor psikologis,” tegasnya kepada Tangerang Ekspres, kemarin.

Ia berharap, pengusaha membatalkan kebijakan perumahan karyawan tanpa ada kewajiban diberikan upah, serta tunjangan hari raya. Sehingga dampak buruk wabah Corona tehadap ekonomi bisa dicegah.

Supriadi menerangkan, saat ini belum ada kebijakan pembatasan jam kerja akibat Covid-19 termasuk perumahan dan peliburan aktivitas perusahaan. “Kami berharap itu tidak terjadi, kalau itu terjadi efek virus ini mempengaruhi sangat berdampak pada persoalan ekonomi secara mikro maupun makro. Yang dilakukan perusahaan adalah menggilir para pekerja sedemikian rupa dan mengatur jarak antar karyawan saat bekerja sesuai standar dari WHO,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here