Home TANGERANG HUB Polisi Kompak Donor Darah

Polisi Kompak Donor Darah

0
SHARE
DONOR DARAH: Kapolresta Tangerang, Kombespol Ade Ary Syam Indradi (kanan depan) menjalani screening tes usai dinyatakan tekanan darah dalam kondisi sehat saat kegiatan donor darah polisi di Mapolresta Tangerang, Selasa (7/4). FOTO: Polresta for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Merebaknya wabah virus Corona tidak membuat gentar puluhan anggota Polresta Tangerang untuk berdonor darah. Aksi ini dilakukan guna menggugah warga agar tidak takut berdonor darah walaupun di tengah wabah.

Kapolresta Tangerang, Kombespol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, polisi yang ikut donor darah dalam kondisi fit dan sehat. Ia menerangkan, donor darah nantinya akan diikuti jajaran polisi di polsek se-Kabupaten Tangerang.

“Ayo warga jangan takut untuk berdonor darah sebab dengan kita berdonor itu menyehatkan dan membantu saudar kita. Saya juga ajak anggota agar berdonor secara rutin sesuai aturan yakni tiga sampai empat bulan sekali,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres usai donor, kemarin.

Ade mengungkapkan, tujuan dilakukan donor darah agar anggota polisi di setiap satuan termotivasi menjadi pendonor. Menurutnya, tanda polisi sehat yakni secara rutin mendonorkan darah dikarenakan calon pendonor diperiksa kondisi kesehatan.

“Tadi sebanyak 60 orang anggota Polresta mendonorkan darah di Mapolresta Tangerang. Kita lakukan ini agar menularkan kepada yang lain bahwa mendonor darah itu sehat. Selain itu, sebagai sarana ibadah kita bersama kerana setetes darah kita membantu mereka yang kekurangan,” jelasnya.

Pantuan Tangerang Ekspres, calon pendonor diperiksa tekanan darah usai mendaftarkan melalui aplikasi sistem informasi donor online (SiDoni). Setelah dinyatakan sehat dengan tekanan darah di atas 90/60 mmHg, calon pendonor dilakukan screening. Mereka akan ditanyai seputar kontak dengan siapa saja selama dua hingga tiga minggu terkahir dan memiliki gejala kesehatan apa saja. Pernyataan diajukan oleh petugas dari unit donor darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.

Apabila dinyatakan tidak ada masalah maka calon pendonor akan diperiksa kekentalan dan golongan darah sebelum donor. Namun, jika ditemukan adanya calon pendonor memiliki riwayat perjalanan ke daerah pendemi atau kontak dengan pasien Corona. Maka, calon pendonor tidak diperbolehkan melakukan donor darah dan dianjurkan konsultasi dengan dokter.

“Kita bekerja sama dengan PMI dan alhamdulilah donor darah berlangsung lancar tanpa ada kendala. Ayo kita mendonor dan tidak usah takut,” jelas Ade.

Sementara, Ketua Seksi Pelestarian dan Perekrutan Donor Darah Sukarela PMI Kabupaten Tangerang, Rifa Giantara mengatakan, selama wabah Corona persedian darah mengalami penurunan hingga 70 persen. Ia menerangkan, setiap bulan diperlukan sekira 5 hingga 6 ribu kantong darah di seluruh fasilitas kesehatanl.

“Kita hanya dapat dua ribu kantor darah selama Maret ini. Karena itu, kita terus lakukan jemput bola dengan membuka pelayanan donor darah di kantor-kantor pemerintahan maupun swasta. Kita terus lakukan jemput bola ini agar kebutuhan darah tercukupi bagi saudar kita di rumah sakit atau tempat lain,” jelasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here