Home TANGERANG HUB Rumah Makan Dilarang Layani Makan di Tempat

Rumah Makan Dilarang Layani Makan di Tempat

0
SHARE
SELEBARAN: Seorang perangkat desa pasang selebaran imbauan di rumah makan di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pekan lallu. FOTO: Pemerintah Desa Karet for Tangerang Ekspres

SEPATAN – Rumah makan (warung/warteg/padang dll), untuk tidak melayani pelanggan makan di tempat. Harus take away/bungkus’. Di atasnya tertulis ‘Himbauan’ dengan huruf yang lebih besar dantebal. Di paling bawah tertulis ‘Kepala Desa Karet, Mudi’.

Saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres, terkait selebaran tersebut, Kamis (23/4), Mudi, Kepala Desa Karet membenarkan bahwa selebaran itu dipasang oleh pemerintahan desanya sejak Sabtu, 18 April 2020 lalu.

“Ini dalam rangka menindaklanjuti upaya pengendalian dan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak tanggal tersebut,” kata pria yang dilantik menjadi kepala desa pada Desember 2019 lalu ini.

Mudi menjelaskan, peraturan dalam PSBB mengatur agar kerumunan orang dibatasi. Diantaranya dilarang berkumpul lebih dari lima orang, wajib pakai masker saat di luar rumah, dilarang perayaan resepsi dan khitanan. Serta dilarang makan di warung makan, restoran dan kafe.

Mudi menuturkan, sebelum memasang selebaran imbauan, aktivitas di rumah makan, restoran dan kafe di desanya masih beraktivitas normal seperti biasa. Namun ia bersyukur setelah selebaran imbauan terpasang aktivitas di rumah makan, restoran dan kafe tidak menerima makan di tempat.

“Bahkan ada sebagian pedagang tidak menyediakan lagi kursi, piring, sendok da garpu,” tuturnya.

Ditemui Tangerang Ekspres, salah seorang pedagang di desa ini mengatakan, selebaran ini dipasang sejak Sabtu (18/4) lalu. Menurutnya pandemik coronavirus diseases 2019 (covid-19) mengakibatkan jumlah pengunjung berkurang.

“Bahkan ada pelanggan yang berinisiatif minta dibungkus saja. Tapi ada saja pelanggan yang  minta makan di tempat. Kalau jumlah orangnya tidak lebih dari lima, masih saya persilahkan. Tapi kalau lebih dari itu, saya meminta agar dibungkus saja. Sebab kalau ketahuan pihak pemerintah desa, saya khawatir kena tegur,” ucapnya, sambil menyampaikan di luar wilayah sampai ada yang kursinya diangkutin karena melayani makan di tempat. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here