Home TANGERANG HUB Baliho Imbauan Covid-19 Bikin Menggelitik

Baliho Imbauan Covid-19 Bikin Menggelitik

0
SHARE
MELINTAS: Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan baliho imbauan tentang pencegahan covid-19, di Perumahan Telaga Bestari, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SINDANG JAYA-‘Disuruh stay at home susah amat, gimana stay with me?’. ‘Kalo dateng cuma buat nyakitin, cewe sini juga bisa!!!’. Di bawahnya ditulis ‘#lawancovid19’. Tulisan ditulis pakai cat semprot dengan warna merah.

Kalimat-kalimat tersebut tertulis di baliho yang terpasang di sejumlah titik, di Perumahan Telaga Bestari, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Tentunya tulisan di baliho itu bikin menggelitik orang yang membacanya.

Clara, seorang pengendara sepeda motor mengaku terhibur membaca tulisan-tulisan di baliho itu. Sebab tulisan-tulisan di baliho itu membuatnya tersenyum tiap kali membaca saat melintas di perumahan tersebut.

“Lucu sih tulisannya. Jadi bikin senyum-senyum sendiri gitu setelah ngebacanya,” kata Clara, perempuan yang mengaku sedang menempuh pendidikan sebagai pramugari ini.

Senada dengan Clara, Tomi, pengendara sepeda motor menerka tulisan-tulisan di baliho itu dibuat oleh pemmuda-pemudi yang bertempat tinggal di perumahan tersebut. Menurutnya ini cara kreatif pemuda untuk menghimbau dalam rangka mencegah penyebaran corona virus diseases 2019 (Covid-19).

Dikatakan Tomi, tulisan-tulisan itu akan mudah diingat pembaca sebagai pengguna jalan. “Mulai dari agar kita stay at home atau tetap di rumah. Dan virus ini bisa nyakitin manusia dengan cara ditulis kalau datang hanya nyakitin, perempuan di perumahan ini juga bisa. Bisa bikin sakitin hati,” pungkasnya, sambil tertawa.

Sementara itu, Julia Listiyani, warga Perumahan Telaga Bestari, Rt 04/03, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya mengatakan tidak mengetahui siapa pemasang baliho itu. “Saya juga tidak tahu persis kapan baliho itu dipasang,” ucapnya.

Namun, ibu rumah tangga ini menerka pemasang baliho adalah pemuda-pemudi di lingkungan tempatnya tinggal. “Kami para orang tua tidak mempermasalahkan tulisan itu,” ucapnya, singkat. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here