Home TANGERANG HUB Volume Sampah Di TPA Rawa Kucing Naik Selama PSBB

Volume Sampah Di TPA Rawa Kucing Naik Selama PSBB

0
SHARE
MENINGKAT : Selama PSBB di Kota Tangerang, TPA Rawa Kucing mengalami kenaikan volume sampah yang berasal dari sampah rumah tangga sebanyak 300 Ton, Kamis (7/5). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing selama Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Tangerang, mengalami kenaikan volume sampah.

Kepala TPA Rawa Kucing Diding mengatakan, selama PSBB berlangsung sejak beberapa waktu lalu, volume sampah naik menjadi 1.500 ton yang sebelumnya hanya 1.200 ton. Tetapi angka tersebut masih stabil dan masih terbilang normal.

“Kenaikan sampah di TPA Rawa Kucing selama PSBB, kebanyakan dari sampah rumah tangga. Maka itu, ada kenaikan 300 ton sampah dari 1.200 ton sampah menjadi 1.500 ton sampah,”ujarnya saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Kamis (7/5)

Diding menambahkan, untuk sampah hotel dan restoran yang masuk ke TPA Rawa Kucing mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan banyak hotel dan restoran di Kota Tangerang tutup sementara akibat virus corona di Kota Tangerang.

“Kalau sebelum corona, hotel dan restoran sampahnya lumayan banyak. Tetapi setelah adanya corona, paling banyak sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing adalah sampah rumah tangga. Mungkin karena banyak masyarakat yang berdiam diri di rumah,”paparnya.

Ia menjelaskan, sampai dengan PSBB tahap II di Kota Tangerang angka volume sampah tersebut masih belum ada kenaikan lagi. Dan sampai saat ini, sampah tersebut masih bisa ditangani oleh para petugas yang ada di TPA Rawa Kucing.

“Sejauh ini baru hanya ada kenaikan 300 ton sampah saja selama PSBB, dan sampah tersebut masih bisa kita tangani dan tidak mengalami overload. Kecuali di tambah sampah hotel dan restoran kemungkinan bisa overload,”ungkapnya.

Diding menuturkan, sampah rumah tangga sebenarnya bisa diolah jika masyarakat mau mengolahnya. Sehinga sampah yang dibuang tidak terlalu banyak, jadi yang dibuang adalah sampah yang tidak bisa di daur ulang.

“Ya harusnya memang sampah yang bisa diolah kembali harusnya tidak di buang, saya yakin jika masyarakat semuanya bisa mengolah kembali sampah yang ingin di buang kemungkinan volume sampah tidak akan bertambah,”pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here