Home TANGERANG HUB Harga Bawang Merah Bikin Menangis

Harga Bawang Merah Bikin Menangis

0
SHARE
BAWANG MERAH: Pedagang bawang merah di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan harga bawang yang mulai merangkak naik. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

CIKUPA — Harga bawang merah di Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang semakin tak terjangkau masyarakat, dari semula Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram dengan kualitas bagus. Sedangkan bawang dengan kualitas sedang, dijual Rp50 ribu per kilogram.

“Naiknya harga bawang ini terjadi karena pasokan dari Brebes berkurang. Biasanya di Pasar Induk Tangerang menumpuk, kini susah dicari,” kata Sartana, pedagang bawang di Pasar Cikupa, Selasa (12/5).

Ia mengatakan, tingginya harga bawang berpengaruh kepada daya beli. Biasanya para pembeli membeli satu kilogram, kini mereka hanya membeli setengahnya saja. “Pembeli menjadi menurun, mungkin disebabkan harga bawang yang cukup tinggi harganya,” ungkap Sartana, sambil menunjukan kualitas bawang yang dijualnya.

Selain bawang, lanjutnya cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
“Namun kebutuhan akan cabai rawit tidak sebesar cabai merah,” katanya.

Beda halnya dengan bawang dan cabai rawit, kata dia cabai merah masih bertahan pada harga Rp 22 ribu per kilogram disebabkan pasokan yang melimpah.

Padahal, lanjutnya pada tahun sebelumnya harga cabai merah di daerah itu mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Harga daging sapi dan ayam masih bertahan Rp100 ribu per kilogram untuk daging sapi, sedangkan daging ayam Rp25 per ekor.

Sementara itu, Yadi, pedagang sembako di Pasar Sentiong Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengaku
harga beras masih berkisar di harga Rp 11 ribu perkilogram.

Namun harga gula turun Rp2 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp20 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Penurunan harga tersebut karena datangnya pasokan gula.

“Harga gula yang mulai turun. Awalnya Rp20 ribu per kilogram, kini menjadi Rp18 ribu. Lumayan, yang penting ada penurunan harga,” tegas Yadi.

Lebih lanjut Yadi memaparkan, harga yang ada saat ini belum tentu mampu bertahan, apalagi menjelang Idul Fitri. Dimana permintaan konsumen meningkatkan, biasanya akan menyebabkan harga kembali naik.

“Kalau kita selaku pedagang, kalau harga dari sananya naik, maka kita akan naikin lagi. Kalau harganya turun, ya kita turunin lagi. Mintanya tidak naik lagi, biar pembeli banyak lagi,” ucap Yadi, sambil menunggu pembeli. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here