Home TANGERANG HUB Tukang Sapu Terharu dapat Bantuan Presiden

Tukang Sapu Terharu dapat Bantuan Presiden

180
0
SHARE

SERPONG-Penyaluran paket bantuan sosial (bansos) sembako dari Presiden tahap dua di Kota Tangerang Selatan disalurkan di dua titik. Yaitu di Kelurahan Ciater, Serpong dan Kelurahan Jombang, Ciputat, Rabu (13/5).

“Hari ini, kami menyalurkan bansos sembako dari Presiden di Kota Tangerang Selatan, yaitu di Kelurahan Ciater dan Kelurahan Jombang,” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam siaran tertulis, Kamis (14/5).

Mensos Juliari mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan agar penyaluran bantuan tahap kedua bisa selesai sebelum Lebaran sehingga bisa meringankan masyarakat terdampak COVID-19. “Di RT 05 RW 002, Kelurahan Ciater, Serpong disalurkan paket sembako bantuan Presiden kepada masyarakat yang terdata total 328 Kepala Keluarga (KK),” kata Mensos.

Data untuk penerima bansos sembako berasal dari usulan pemerintah daerah (pemda) dan dipastikan Kementerian Sosial (Kemensos) tidak melakukan pendataan sendiri. “Memang, kami memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang bisa jadi referensi. Tapi Pemda diberikan keleluasaan dalam penyalurannya, ” tegasnya.

Dia menegaskan, Pemda dengan jajarannya mulai dari RT/RW, kelurahan dan kecamatan yang lebih tahu warga mana saja yang belum menerima atau yang sudah pernah menerima bansos. “Kalau masih ditemukan kurang tepat sasaran penerima, tinggal diperbaiki saja agar dalam penyaluran di tahap tiga hingga enam bisa lebih tepat sasaran lagi,” katanya.

Penerima bansos, Basar (51), warga RT 05 RW 02, Kelurahan Ciater, pun bahagia. Sebab ini pertama kali ia bertemu dengan Menteri Sosial dan langsung dibawakan bansos sembako.

Dia menceritakan tiga tahun lalu, ia mengalami kecelakaan saat kerja kuli bangunan dan sehari-hari tinggal di rumah dan tidak ada penghasilan, terlebih dengan adanya Covid-19 ini. “Saya kaget bercampur bahagia, sebab baru pertama kali ketemu Mensos dan langsung dibawain bansos sembako, terima kasih Pak Mensos, ” ujar Basar dengan logat Betawi.

Sementara itu, Rohili (57) dan istrinya, Saminah, ia sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di sekolah dasar. Ia sangat bahagia saat menerima bansos sembako. “Terima kasih, Pak Menteri, ini sangat berharga bagi kami terlebih di saat ini, semoga Pak Menteri sehat selalu dan bapak-bapak semuanya,” ucap Rohili dan istrinya yang tak kuasa, tangis kecil pun pecah. (idn/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here