Home TANGERANG HUB Pilkada Ibarat Persaingan Dinasti dan Non-Dinasti

Pilkada Ibarat Persaingan Dinasti dan Non-Dinasti

0
SHARE

CIPUTAT TIMUR-Pilkada Kota Tangsel bakal digelar Desember mendatang. Persaingan untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di ini pun semakin memanas. Persaingan ketat antar bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel pun telah dimulai seiring penempatan partai politik terkait kandidatnya yang akan bertarung di Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Tiga nama telah bermunuculan dengan label partai politik pendukung seperti Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Ben-Pilar) yang didukung Partai Golkar. Lalu, Siti Nur Azizah yang telah mendapat restu dari Partai Demokrat, dan Muhamad yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel yang telah mendapat dukungan dari PSI.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, munculnya tiga nama kandidat dalam Pilkada 2020 Kota Tangsel itu dimaknai sebagai pertarungan antar gerbong dinasti, dan non-dinasti. Menurutnya gerbong dinasti lebih merujuk kepada pasangan Benyamin-Pilar.

Pasalnya, Ben yang disandingkan dengan Pilar merupakan anak dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan telah mendapat rekomendasi dari Partai Golkar sebagai pemegang kursi terbanyak di Kota Tangsel.

Terlebih, Benyamin akan masuk dalam keluarga Dinasti Rawu yang selama ini menguasai pemerintahan di wilayah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. Sedangkan pada gerbang non dinasti akan merujuk pada kandidat Muhamad atau Siti Nur Azizah.

“Pertama harus dipastikan dulu siapa partai-partai yang mendukung tiga kandidat itu, kalau Ben-Pilar bisa maju sendiri kan itu jelas bisa daftar. Kalau Muhamad sejauh ini yang terendus PSI dan PDI-P cukup lah,” kata Adi, seperti dikutip dari wartakota, kemarin.

“Nah, Azizah ini yang belum terbaca dia ini didukung partai mana, Demokrat enggak cukup kursi artinya butuh koalisi partai lain yang belum menentukan pilihan,” tambahnya.

Jika dibaca rata-rata, kalau ada tiga gerbong, lanjut Adi, tentu petahana (Ben-Pilar) sangat diuntungkan.

Karena penantang itu terbelah masuk ke Muhamad dan masuk ke Azizah, artinya kelompok anti politik dinasti kalau enggak ke Muhamad atau ke Azizah itu kalau tiga calon.

Andi menjelaskan, keberuntungan akan lebih berpihak kepada pasangan bakal calon Ben-Pilar bila terdapat da kandidat lain yang bakal bertarung pada Pilkada 2020 nanti.

Pasalnya, Ia menilai dua kandidat lain akan saling berebut suara pemilih yang notaben tidak mendukung pasangan dari pihak dinasti Ben-Pilar.

“Petahana masih diuntungkan karena rata-rata elektabilitas Ben masih diatas yang lain. Makanya bagi kelompok yang ingin mengganti gerbong dinasti ya mesti harus berfikir untuk serius mengalahkan karena masih solid mesin politiknya,” kata Adi.

“Ditunjuknya Pilar sebagai Wakil dan orang Serang bukan Tangsel itu untuk meneguhkan bahwa politik dinasti di Tangsel masih kuat,” tambah Adi.

Kendati demikian, Adi memprediksi persaingan ketat akan terjadi bila kandidat paslon akan menyusut menjadi dua calon.

Sebab, Kata Adi, bila Pilkada 2020 Kota Tangsel hanya mempertarungkan dua calon ia menilai akan menyuguhkan persaingan ketat.

Bahkan, tak menutup kemungkinan dapat mematahkan roda kepemimpinan dinasti di Kota Tangsel.

“Yang menarik kalau ada dua calon, misalnya head to head antara Muhamad dengan Ben itu baru menarik. Ini akan hadap-hadapan mana kelompok dinasti dan non dinasti,” katanya.

“Begitu petanya akan cukup dinamis kalau dua calon siapapun yang nentang Ben, baik Muhamad dan Azizah ini akan seru, karena akan terpola pemilihnya antara yang pro dinasti dan non dinasti,” sambungnya. (war)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here