Home TANGERANG HUB Pembagian JPS Tidak Patuhi Protokol

Pembagian JPS Tidak Patuhi Protokol

0
SHARE
NGANTRI: Kerumunan antrian penyaluran dana JPS Pemprov Banten di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/6). FOTO: Warga for Tangerang Ekspres

RAJEG — Camat Rajeg, Kabupaten Tangerang Ahmad Patoni, mengklarifikasi terkait viralnya warga berkerumunan saat pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19, dari Pemerintah Provinsi Banten, di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/6).

“Saya perlu meluruskan viralnya kabar tentang warga berkerumunan saat pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST), di wilayah Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg,” ucap Ahmad Patoni.

Berdasarkan data, sebanyak 4.003 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BST dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi Banten di Kelurahan Sukatani.

“Pihak bank penyalur hanya memberikan jadwal satu hari untuk pembagian dana kepada KPM sebanyak itu. Menindaklanjuti itu, pihak kelurahan mengatur jadwal undangan per RW. Namun karena antusias masyarakat yang tinggi sejak sejak subuh, sehingga berdampak adanya kerumunan warga di lokasi,” tutur Patoni.

Pantoni menyebutkan, meskipun selama proses pelaksanaan penyaluran JPS Pemprov Banten diatur petugas TNI, Polri dan Satpol PP kecamatan, ingin sesuai standar protokol kesehatan Covid-19, namun kerumunan warga tak terelelakan.

Sementara itu, Husni Thamrin, Lurah Sukatani mengatakan, jumlah penerima dana JPS Pemprov Banten di wilayahnya paling banyak, bila dibandingkan dengan wilayah lain di Kecamatan Rajeg.

“Banyaknya jumlah penerima dana JPS Pemprov Banten berkat kerja keras para aparatur kelurahan, forum RW dan RT, yang bekerja maksimal mendata dan pengusulan daftar penerima bansos ini. Kelurahan Sukatani mendapatkan Bansos tertinggi Se-Kecamatan Rajeg,” kata Husni, ungkapnya.

Lebih lanjut, Husni menjelaskan, bahwa pemilihan Gedung SMAN 14 Kabupaten Tangerang sebagai lokasi penyaluran dana JPS Pemprov Banten, merupakan hasil musyawarah.

“Awalnya kami memgharapkan ini menjadi tempat yang representatif untuk penyelaluran BST. Namun tersiar kabar dan foto di media online terjadinya kerumunan di lokasi penyaluran BST di lokasi,” tutur Husni.

“Jadi begini, waktu pagi hingga siang, masyarakat masih tertib. Namun setelah siang setelah waktu istirahat salat dan makan, masyarakat mulai tidak sabar, kurang disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga jarak saat proses pencairan. Tapi, Alhamdulillah, tidak ada korban pingsan dalam penyaluran dana JPS ini,” kata Husni.

Ia melanjutkan, pihaknya bersama TNI, polri, Satpol PP kecamatan dan forum RT/RW sudah berupaya menertibkan warga agar tetap menjaga jarak. “Namun apa daya, jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah warga yang ribuan datang untuk mengambil BST,” kata Husni.

“Dari undangan sudah kami atur jadwal jam kedatangan masing-masing kepada pengurus RW. Tapi tetap saja jumlah warga yang mencapai ribuan sangat sulit untuk kami kendalikan,” kata Husni, ungkapnya.

“Tapi karena antusias warga sangat tinggi untuk menerima bansos ini, jadi banyak yang datang sejak subuh dan tidak mematuhi jadwal yang sudah diatur,” ujarnya.

Pada akhirnya kata Husni, penyaluran dana JPS Pemprov Banten, terealisasi 3.018 KPM. “Sisanya masih menunggu koordinasi dan evaluasi dengan Kecamatan Rajeg, bank penyalur, Dinsos Kabupaten Tangerang dan Pemprov Banten,” jelasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here