Home TANGERANG HUB Portal Ditutup, Warga Sekitar Perumahan Menolak

Portal Ditutup, Warga Sekitar Perumahan Menolak

1
SHARE
MELINTAS: Pengendara sepeda motor melintas di Gerbang Perumahan BTN Bumi Pasar Kemis Indah, di Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/6). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS — Baliho dengan pesan unik tertulis di depan pintu Gerbang Perumahan BTN Bumi Pasar Kemis Indah, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Baliho dengan dominasi warna oranye, tertulis huruf kapital warna kuning, merah, putih dan biru, terdapat tulisan ‘Kebon Kelapa ga butuh jalan BTN. BTN bikin pagar, Kebon Kelapa pagar balik. BTN tetap BTN, bukan cluster’.

Sejumlah warga sekitar dekat lokasi terpasangnya baliho tidak ada yang mengetahui siapa pemasang baliho dan waktu persis pemasangan baliho.

Budi Santoso, salah seorang Ketua RT di perumahan setempat mengatakan, Senin malam, baru mengetahui terdapat baliho itu di depan perumahannya.

“Itupun saya tahunya dari orang yang kirim foto baliho itu ke salah satu grup wa di HP saya,” kata pria yang sebagai Ketua RT 07/02 ini, saat ditemui Tangerang Ekspres, di kediamannya, Selasa (9/6).

Budi mengatakan, terdapat kesalahpahaman orang pemasang baliho dengan warga perumahan. Menurutnya kesalahpahaman ini harus segera dimusyawarahkan.

“Semoga pak kepala desa dapat memediasikan kesalahpahaman ini,” ucap Budi.

Budi menuturkan, warga di 23 RT dalam 3 RW di perumahannya berencana hanya membuat dua akses keluar-masuk perumahan. Dengan begitu rencananya akses keluar-masuk yang lain ingin ditutup.

“Nah mungkin ini yang menjadi kesalahpahaman. Sebenarnya akses keluar-masuk yang lain tidak ditutup permanen. Hanya menggunakan portal yang bisa dibuka tutup,” kata Budi, jelasnya.

Menurut Budi, awal pembatasan akses-keluar masuk perumahan sengaja dilakukan dalam momen pandemi Covid-19. “Ke sininya kami menganggap pembatasan akses keluar-masuk ini berpengaruh terhadap keamanan perumahan,” kata Budi.

Lebih lanjut, kata Budi, sebelum ada pembatasan akses keluar-masuk, warga sering kehilangan atau kecurian. Diantaranya kecurian kendaraan sepeda motor, burung dan lain-lain.

“Kami baru berencana akses masuk perumahan hanya ada dua. Yakni di sisi barat dan selatan perumahan. Akses lainnya diportal pada waktu tertentu. Tapi tetap siangnya portal dibuka,” kata Budi, pungkasnya.

Di tempat terpisah, Al Haetomi, Kepala Desa Pasar Kemis mengatakan, Selasa malam ini akan memediasikam ke dua pihak yang pro dan kontra dengan rencana kebijakan warga perumahan.

“Kami ingin cari jalan tengah agar klop. Sejatinya kita semua masih saudara. Dan sama-sama warga Desa Pasar Kemis,” kata pria yang akrab disapa Tomi ini, singkatnya. (zky/mas)

1 COMMENT

  1. Pak Budi Ketua Rt 07/02 sangat benar waega btn tidak pernah berniat membuat pagar . Namun hanya membuat pintu gerbang dan di jaga security agar aman dari pencurian yg sering terjadi di btn. Dengan adanya spanduk di mana mana menjadikan warga btn tidak nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here