Home TANGERANG HUB Warga Tolak Rusnawa Jadi Tempat OTG

Warga Tolak Rusnawa Jadi Tempat OTG

0
SHARE
BERMAIN: Seorang anak tengah bermain layang-layang di depan Rusunawa Margaluyu di Kampung Jenggot, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Minggu (21/6). FOTO: Doni Kurniawan /Banten Raya/Banten Ekspres

SERANG-Sejumlah warga menolak rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang ditempati di Kampung Jenggot, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dijadikan tempat untuk merawat orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Penolakan itu dilakukan karena warga khawatir OTG itu dapat menyebarkan Covid-19.

Warga yang tinggal di Rusunawa, Kuryadi mengatakan, dirinya bersama warga lainnya yang tinggal di tower 2 menolak jika rencana tower 1 Rusunawa dijadikan sebagai tempat perawatan pasien yang terpapar Covid-19. Sebab penyebaran Covid-19 begitu masif.

“Di sini banyak anak-anak yang suka main, dan itu rentan tertular Covid-19. Makanya kami menolak rencana dari Pemkot Serang itu,” katanya kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Minggu (21/6).

Ia menjelaskan, ada lebih dari 20 Kepala Keluarga (KK) yang telah menempati tower 2 Rusunawa tersebut. Sebagian besar warga merupakan pindahan dari tempat yang sering terkena banjir.

“Kami sudah menempatinya sejak beberapa waktu lalu. Sebagian memang berasal dari Kampung Rujak Beling, Kelurahan Margaluyu dan sekitarnya yang memang langganan banjir,” ujarnya.

Dikatakan Kuryadi, jarak antara tower 2 ke tower 1 Rusunawa tidak begitu jauh. Hanya berkisar sekitar 100 meter.

“Jaraknya tidak jauh, dan memang tidak ada pembatas apapun. Jadi kalau anak-anak main ke tower 1, itu gampang. Makanya kami khawatir ini bisa menyebar ke kami juga,” terangnya.

Warga lainnya, Rahmat mengatakan dirinya akan tetap menolak rencana Pemkot Serang terkait Rusunawa yang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19, meskipun pemerintah menerapakan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan dirinya menyayangkan Pemkot Serang yang tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga atas rencana tersebut.

“Apapun alasannya, kami akan menolak. Karena meski dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat, namun warga yang tinggal di Rusunawa awam dengan protokol kesehatan dan banyak anak-anak juga yang bermain di sekitaran rusunawa. Apalagi tanpa adanya sosialisasi kepada kami,” jelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, W. Hari Pamungkas mengatakan, bahwa pihaknya belum mengetahui adanya penolakan dari warga Rusunawa Margaluyu. Padahal sebelumnya warga Rusunawa telah sepakat asalkan mereka dipindahkan ke tower yang terpisah.

“Justru saya tahu itu warga Rusunawa menerima. Tapi kan mereka meminta supaya dipisahkan dari gedung tempat isolasinya. Jadi kan di sana ada empat tower. Itu mereka minta dipindah kalau tower tempat mereka tinggal itu digunakan sebagai tempat isolasi,” katanya saat dikonfirmasi.

Namun bila memang warga Rusunawa Margaluyu berubah pikiran jadi menolak rencana itu maka pihaknya akan kembali berupaya melakukan sosialisasi kepada warga tersebut. Menurut dia, apabila protokol kesehatan benar-benar diterapkan, hal itu tidak berbahaya.

“Iya mungkin kami akan segera melakukan sosialisasi ulang kepada warga Rusunawa ya dengan lebih gencar,” paparnya. (mam/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here