Home TANGERANG HUB 3 Jam Antre Menanti Bansos, Puan Minta Kepastian Tanggal Pencairan Bansos

3 Jam Antre Menanti Bansos, Puan Minta Kepastian Tanggal Pencairan Bansos

0
SHARE
Ribuan warga mengantre menanti pemberian bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (23/6).

JAYANTI-Pencairan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) jadwalnya tidak pasti. Dampaknya, saat terjadi pencairan, terjadi penumpukkan warga. Seperti yang terjadi di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, kemarin. Ribuan warga mengantre hingga tiga jam untuk mendapatkan BST dari kememsos) di kantor desa, Selasa (23/6). Mereka membawa KTP, kartu keluarga dan surat pemberitahuan bantuan. Warga mulai mendapat uang tunai Rp600 ribu setelah dipanggil oleh petugas oranye atau pegawai kantor Pos Indonesia.

Ketua DPR RI Puan Maharani yang datang ke Cikande melihat proses penyaluran terkejut melihat banyaknya antrean. Ia menegaskan, ada sejumlah permasalahan yang perlu dievaluasi pemerintah terkait penyaluran bantuan sosial. Puan berharap kedepan terkait data bisa diperbaiki, jika masih ada masalah. Banyak hal yang harus dilakukan secara cepat untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan tentu saja memulihkan ekonomi. “Tadi saya tanya ke warga, setiap tanggal berapa dapat bansos, jawabnya tidak inget. Artinya waktu pemberian bantuan belum ditentukan,” ungkapnya.

Kepastian cairnya bansos bagi Puan sangat penting. Dengan tanggal yang pasti, akan menggugah semangat warga di tengah pendemi Covid, karena sudah memiliki harapan bakal mendapat bansos dengan waktu yang pasti. “Tanggal ini penting agar warga datang tepat waktu. Ini menjadi evaluasi yang akan saya sampaikan kepada pemerintah. Apabila belum diberikan maka harus ditentukan waktu pasti cairnya dan berapa orang tinggal digilir saja agar menghindari penumpukan. Saya tanya tadi antrean membutuhkan bisa sampai tiga jam,” ujarnya.

Puan sengaja mendatangi penyaluran Bansos Covid-19 tahap ketiga secara langsung agar bisa mengawasi dan mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan kepada calon penerima. “Bagaimana mekanismenya, siapa saja yang menerima. Apakah betul yang menerima merasakan manfaatnya. Dipergunakan untuk apa. Bahkan sekarang ini yang kita kunjungi merupakan salah satu contoh masyarakat yang menerima bantuan sosial non-tunai itu kondisinya seperti apa,” ujarnya kepada awak media usai mengunjungi rumah salah satu penerima bantuan.

Puan menjelaskan, kondisi rumah dan tidak lagi bekerja akibat pandemi Covid-19 sudah sepantasnya diberikan bantuan terutama kepada masyarakat tidak mampu. Menurutnya, bansos dapat memberikan harapan kepada warga agar tetap mempertahankan kelangsungan hidupnya di masa pendemi Corona. “Karena anggaran ini memang untuk mengatasi pandemi Covid-19 sampai nanti Desember. Tiga bulan sudah berjalan. Tiga bulan selanjutnya tentu akan kita evaluasi juga terkait program bantuan pemerintah,” jelasnya.

Puan juga menyoroti kedisiplinan masyarakat di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang belum mentaati aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kedisiplinan masyarakat terlihat sangat lemah dan ini perlu kita evaluasi sehingga pemulihan ekonomi dan kesehatan bisa pulih secara perlahan dengan gotong royong dan disiplin masyarakat,” jelasnya.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mengatan, ada sebanyak 1.178 orang yang akan menerima bantuan di Desa Cikande. Ia akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai persoalan terkait bansos.

“Tentunya kami bekerja tetap dalam ranah pengawasan DPR RI tepatnya dengan komisi VIII. Tadi masalah seperti perbaikan data, jadwal dan pemberitahuan di mana kami bekerja tidak sendirian. Kami bekerja dengan pemerintah daerah yang berhadapan langsung dengan penerima. Tentunya kami berharap kerjasama dan koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah kabupaten/kota,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here