Home TANGERANG HUB Camat Bedah Rumah Warga

Camat Bedah Rumah Warga

0
SHARE
Camat Bedah Rumah Warga
NYARIS ROBOH: Kondisi rumah seorang warga sebelum dibedah melalui Program Bedah Rumah Swadaya, di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. FOTO: Dok pribadi Asmawi

PAKUHAJI — Satu unit rumah tidak layak huni sudah tuntas di bedah. Bahkan sudah serah terima kunci dengan pemiliknya. Sedangkan empat unit rumah masih proses bedah. Semuanya menggunakan dana swadaya. Demikian hal itu diucapkan Asmawi, Camat Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (8/7).

“Bedah rumah swadaya ini sebagai wujud kepedulian kami dengan para donatur di Kecamatan Pakuhaji,” kata Asmawi, kepada Tangerang Ekspres, saat meninjau proses bedah rumah di salah satu desa di Kecamatan Pakuhaji.

Berdasarkan data kata Aswawi, sebanyak 32 unit RTLH tersebar di sejumlah desa ataupun kelurahan di Kecamatan Pakuhaji. Ke 32 pemilik RTLH itu, tidak dapat menerima program bedah rumah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang dikenal dengan sebutan Gerakan Bersama Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis).

“Sebab persyaratan program ini, rumah tidak layak huni yang ingin di bedah jumlahnya harus belasan unit rumah dalam satu kawasan. Tidak bisa hanya satu unit maupun dua unit rumah saja,” jelasnya.

Asmawi melanjutkan, maka pihaknya mencari akal agar tetap bisa hadir untuk masyarakat yang bertempat tinggal di rumah tidak layak huni. Yakni dengan membedah rumah mereka secara swadaya. “Para donatur nyumbang bahan-baham material,” ujarnya.

Asmawi menyebutkan, dalam proses pembangunan bedah rumah secara swadaya itu merangkul pihak unit pengelola kegiatan (UPK) yang biasa mengerjakan bedah rumah Program Gebrak Pakumis (PGP) di Kecamatan Pakuhaji. “Sebab terkait bedah rumah sudah menjadi bidang keahlian mereka,” ucapnya.

Asmawi menyebutkan, apabila dirupiahkan, estimasi biaya bedah rumah per unit antara Rp15 juta sampai Rp20 juta. “Tujuan kami ini, agar jangan sampai ada rumah roboh di wilayah Kecamatan Pakuhaji,” ujarnya.

Di luar itu kata Asmawi, dapat melihat pemilik rumah tidak layak huni merupakan kebahagian tersendiri baginya. “Semoga hal ini menjadi keberkahan untuk kami semua yang terlibat dalam program bedah rumah secara swadaya ini,” harapannya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here