Home TANGERANG HUB Tabung Uang Bayaran Makan Dari Pemulung

Tabung Uang Bayaran Makan Dari Pemulung

0
SHARE
Tabung Uang Bayaran Makan Dari Pemulung
TITIP: Camat Cisoka Ahmad Hapid (kanan) menitipkan uang milik si pemulung kepada pihak Dinsos Kabupaten Tangerang, di pos tempat tinggal si pemulung, Rabu (8/7). FOTO: Pemerintah Kecamatan Cisoka for Tangerang Ekspres

CISOKA — Kisah inspiratif datang dari Iin Rianti, pemilik warung makan, yang rutin menabungkan uang bayaran dari pemulung yang berlangganan di warung makannya.

Warga Kampung Kapudang, RT 02/05, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang ini, bongkar celengan plastik tabungannya untuk diserahkan kembali kepada si pemulung, Rabu (8/7).

Pihak Pemerintah Kecamatan Cisoka yang ikut menyaksikan momen tersebut ikut terharu. Ahmad Hapid, Camat Cisoka mengatakan, Iim yang akrab disapa Bu Kidim menabungkan uang itu sejak beberapa tahun lalu.

“Setiap kali yang bersangkutan (pemulung) beli makanan, uangnya dimasukin ke dalam celengan plastik oleh Bu Kidim. Ini sekarang terkumpul Rp2.390.000,” kata Hapid, kepada Tangerang Ekspres.

Di tempat yang sama saat mendampingi Hapid, Cucu Abdurrosyied, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cisoka mengatakan, Bu Kidim menyimpan uang ke dalam celengan setelah si pemulung beli makanan di warung makan Bu Kidim.

“Uang bayaran makan dari Si Pemulung, selalu disimpan ke dalam celengan setiap makan di warung Bu Kidim,” jelasnya.

Cucu mengaku salut dengan kebaikan yang dilakukan Bu Kidim. “Masih memperhatikan nasib si pemulung yang tinggal di pos perumahan dekat warung makannya,” kata pria yang pernah menjadi Sekcam Mauk ini.

Sementara itu, Bu Kidim mengatakan, bukan hanya uang bayaran makan saja yang disimpannya ke dalam celengan. Tapi ada uang orang lain yang dititipkan kepadanya untuk si pemulung.

“Pos perumahan di dekat warung saya ini, jadi tempat tinggal yang bersangkutan. Jadi kalau ada orang yang nitip uang untuk yang bersangkutan, maka saya tabungin juga ke dalam celengan,” jelasnya.

Ia berharap, uang yang terkumpul dapat dimanfaatkan dengan baik oleh si pemulung. Meskipun sekarang si pemulung dibawa pihak Dinas Sosial ke panti sosial di Jayanti. “Uang itu diserahkan pak camat kepada pihak dinsos dengan disaksikan saya dan yang bersangkutan,” pungkasnya. (zky/mas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here