Home TANGERANG HUB Tangsel Keluar dari Zona Risiko Tinggi

Tangsel Keluar dari Zona Risiko Tinggi

0
SHARE
Tangsel Keluar dari Zona Risiko Tinggi
RAPID TEST MASSAL: Salah seorang ibu mengikuti rapid test massal yang digelar Pemkot Tangsel di lapangan Kantor Kecamatan Pamulang, pekan kemarin. Kegiatan ini diikuti ribuan warga dari sejumlah kecamatan di Kota Tangsel dengan target rapid test bisa dilakukan kepada 7 ribuan warga. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

JAKARTA-Tim Gugus Tugas Nasional kembali melakukan pemutakhiran data zonasi risiko daerah. Data yang dihimpun adalah sampai tanggal 5 Juli 2020. Secara Nasional, terdapat 104 kabupaten dan kota yang terdaftar dalam zona hijau atau wilayah tanpa kasus Covid-19. Berita baik untuk Provinsi Banten, dalam data terkini per 5 Juli 2020 Peta Zonasi Risiko yang dirilis oleh Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, sudah tidak ada kabupaten kota yang digolongkan ke Zona Risiko Tinggi.

Kota Tangsel yang di minggu sebelumnya digolongkan ke Zona Risiko Tinggi sudah berubah menjadi Zona Risiko Sedang. Untuk kota Serang, tetap bertahan menjadi satu-satunya kota di Provinsi Banten dengan kategori Risiko Rendah.

Sebelumnya, untuk percepatan pemeriksaan Covid-19i Dnas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel menargetkan dalam waktu dekat bisa menggunakan alat polymerase chain reaction (PCR) untuk mempercepat pemeriksaan covid-19 hasil tes swab.

Plt Kepala Dinkes Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, alat PCR untuk tes swab sedang diinstal dan targetnya segera bisa dioperasikan. “Target kita minggu ini atau paling lama akhir bulan selesai dan segera bisa digunakan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (8/7).

Deden menambahkan, alat PCR di pasang di Labkesda dan setelah diinstal kemudian mengajukan izin ke Litbangkes. Kalau sudah me dapat izin nantinya setiap apa yang dilakukan harus dilaporkan ke Litbangkes.

“Karena ini menyangkut keamanan dan kepentingan nasional, hasil test harus dilaporkan ke pusat,” tambahnya.

Masih menurutnya, bila sudah beroperasi nantinya dapat memeriksa 200 sampai 250 per hari. “Saat ini kita masih punya satu alat dan target ada 250 spesimen yang diperiksa tiap hari dan ini untuk capai target satu persen dsri 1,7 jumlah penduduk Kota Tangsel yakni 17.000 dari 1,7 juta harus di rapid test,” tutunya.

“Yang jalani swab ini hasil dari pelacakan dari pasien-pasien yang positif, yang kontak erat, PDP dan ODP,” tutupnya. (pr/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here