Home TANGERANG HUB 18 Inovator Bersaing di Lomba TTG Tangsel

18 Inovator Bersaing di Lomba TTG Tangsel

0
SHARE
18 Inovator Bersaing di Lomba TTG Tangsel
BUKA ACARA: Wakil Walikota Benyamin Davnie memberikan sambutan dalam pembukaan Lomba Teknologi Tepat Guna yang digelar DPMP3AKB Kota Tangsel di Balai Kota Tangsel, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-VII. Acara digelar di Lantai 3A Gedung 3 Balai Kota, Kamis (16/7).

Lomba yang diikuti sebanyak 18 peserta yang berasal dari Kota Tangsel ini. Ke-18 peserta tersebut berasal dari kategori umum dan mahasiswa. Untuk peserta yang berhasil memenangkan perlombaan, akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam dan trophy, serta akan mengikuti lomba yang sama di tingkat provinsi.

Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati mengatakan, TTG tahun ini untuk inovasinya berbeda dengan tahun lalu. “Dengan 18 ahli teknologi, kita berharap, agar bisa dimanfaatkan dan disempurnakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (16/7).

Khairati menambahkan, lomba TTG dilaksanakan sebagai salah satu upaya yang strategis dalam menyebarluaskan informasi berbagai teknologi yang dapat memberi nilai tambah kepada masyarakat.

“Lomba TTG tingkat Kota Tangsel adalah salah satu peluang untuk mengembangkan potensi diri, membentuk pemahaman kepada inovator terkait pemanfaatan dan pengembangan TTG yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, biaya murah, mudah dirawat dan dibuat,” tambahnya.

“Untuk penilaian lomba dilihat dari inovasi, keaslian dan pemanfaatannya seperti apa. Murah atau tidak, berguna atau tidak, sehingga dapat mempercepat proses industri agar lebih efisiensi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walilota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, inovasi yang mengikuti TTG ini menurutnya, temuan mereka yang diarahkan kepada masyarakat golongan menengah ke bawah. Sehingga relatif harganya tidak terlalu mahal.

“Ini membuktikan bahwa para inovator, baik mahasiswa ataupun masyarakat sangat produktif,” ujarnya.

Pak Ben berpesan kepada para inovator, agar jangan sampai teknologi melunturkan budaya. Karena teknologi dibuat untuk mendekatkan hubungan manusia dengan manusia. Jangan sampai teknologi mengubah budi pekerti, nilai kemanusiaan dan kebudayaan kita.

“Artinya kita harus memiliki kearifan dan benteng atas teknologi yang ada. Jangan lupa kita adalah anak bangsa yang harus tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi,” tambahnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here