Home TANGERANG HUB PSBB Selesai, Ketapang Urban Akuakultur akan Dibuka

PSBB Selesai, Ketapang Urban Akuakultur akan Dibuka

0
SHARE
PSBB Selesai, Ketapang Urban Akuakultur akan Dibuka
BERFOTO: Salah seorang warga mengajak anaknya berfoto di Ketapang Urban Akuakultur, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/7). FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

MAUK — Ketapang Urban Akuakultur, akan menjadi salah satu wisata andalan di Kabupaten Tangerang. Wisata yang memiliki konsep hutan mangrove, terdapat diposisi yang sangat strategis. Tidak jauh dari kantor Kecamatan Mauk, tepatnya di Desa Ketapang.

Untuk menjelajahi luasnya hutan mangrove ini terdapat mangrove track, yang terbuat dari kayu. Dari panjangnya track pengunjung akan melihat berbagai biota asli hutan mangrove yang masih alami. Hewan-hewan seperti burung-burung, ikan, keong, kepiting, hingga binatang khas mangrove lainnya bisa ditemukan dengan mudah.

Selain mangrove track, di beberapa titik disediakan tempat khusus untuk menikmati keindahan hutan. Seperti tempat istirahat, dan tower di tengah hutan untuk bisa melihat seluruh kawasan.

Pengunjung juga dapat berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menikmati keindahan alamnya, merasakan angin yang bertiup, berfoto-foto karena banyak tempat untuk selfi. Dimana kawasan Ketapang Urban Akuakultur sekitar 20 hektar, namun yang baru dimanfaatkan seluas lima hektar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Jainudin menjelaskan, meski Ketapang Urban Akuakultur belum resmi dibuka, namun antusias masyarakat yang ingin memasuki kawasan hutan mangrove ini begitu tinggi.

Namun orang nomor satu di Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang ini, tidak ingin mengambil risiko disaat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Ia memerintahkan agar Ketapang Urban Akuakultur steril dari pengunjung.

Kata Jainudin, untuk saat ini, dimasa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ia tidak menginginkan terdapat kerumunan massa yang berisiko menyebarkan Covid-19.

“Mohon maaf Ketapang Urban Akuakultur belum bisa kita buka untuk umum pada saat ini, apalagi saat ini Kabupaten Tangerang masih memperpanjang PSBB. Intinya kita menunggu arahan dari Bupati Tangerang,” tegas Jainudin, Sabtu (18/7).

Namun jika PSBB selesai, serta Bupati Tangerang mengizinkan untuk membuka Ketapang Urban Akuakultur, dijelaskannya, protokoler kesehatan seperti para pengunjung yang memasuki kawasan ekowisata tersebut diwajibkan memakai masker.

Sebelum memasuki kawasan hutan mangrove, para petugas akan mengarahkan pengunjung untuk terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun, serta diminta untuk tetap menjaga jarak. “Protokol kesehatan Covid-19 harus menjadi patokan jika seandainya Ketapang Urban Akuakultur dibuka,” ucap Jainudin.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, mengaku pembangunan Ketapang Urban Akuakultur, merupakan salah satu dari RPJMD Kabupaten Tangerang, bagian dari program Gerbang Mapan (Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai), serta Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Pemukiman Kumuh dan Miskin) untuk pemanfaatan dan juga pemberdayaan masyarakat pesisir pantai.

Baik dalam pemberdayaan perekonomian dan juga potensi-potensi daerah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, untuk meningkatkan taraf hidup dan derajat masyarakat pesisir.

Terkait kapan akan dibukanya Ketapang Urban Akuakultur, putra mantan Bupati Tangerang Ismet Iskandar ini, meminta masyarakat untuk bersabar. Ia merencanakan seusai PSBB selesai akan dibuka.

“Ketapang Urban Akuakultur akan dibuka ketika PSBB selesai,” ungkap Zaki, yang mengidolakan club sepak bola Inter Milan. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here