Home TANGERANG HUB Data Warga Miskin Diverifikasi

Data Warga Miskin Diverifikasi

0
SHARE
Data Warga Miskin Diverifikasi
RAKOR: Tim verifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin Kecamatan Sepatan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) di depan rumah dinas Camat Sepatan, pekan lalu. FOTO: Dok Pribadi Dadang Sudrajat

SEPATAN — Tim Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang sedang memverifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin. Tujuannya agar penerima bantuan sosial (Bansos) pemerintah semakin tepat sasaran.

“Tim kami terdiri dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sepatan, pemerintah desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Dadang, Camat Sepatan, kepada Tangerang Ekspres, Senin (20/7).

Dadang mengungkapkan, pemerintah ingin memperbarui data masyarakat prasejahtera (miskin) yang terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos RI.

“Dengan demikian, pemerintah tidak ingin ditemukan lagi orang yang sudah mampu secara ekonomi, tapi masih terdaftar ke dalam DTKS sebagai penerima program-program bantuan sosial pemerintah,” bebernya.

Selain itu juga kata Dadang, pemerintah ingin masyarakat prasejahtera (miskin) yang layak menerima program-program bantuan sosial yang belum terdaftar ke dalam DTKS, dapat diusulkan masuk ke dalam data tersebut.

“Hal seperti itu dapat diusulkan melalui musyawarah desa (musdes) ataupun musyawarah kelurahan (muskel). Kemudian hasil musdes ataupun muskel diteruskan ke Dinas Sosial (Dinsos) sampai Kemensos,” paparnya, seraya menyebutkan verval ini dalam rangka menindaklanjuti surat Dinsos tentang verifikasi dan verifikasi data terpadu penanganan fakir miskin.

Hastuti, Korcam PKH Kecamatan Sepatan menambahkan, didatanya warga¬† sebanyak 6942 KK prasejahtera yang masuk ke dalam DTKS di Kecamatan Sepatan. “Dari jumlah sebanyak itu, sudah ada yang sebagai penerima program bantuan sosial pangan atau biasa disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan PKH. Tapi adapula yang belum dapat ke dua program bansos tersebut,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Tuti ini, mendukung langkah pemerintah untuk melakukan verval DTKS. “Tujuannya, agar yang sudak tidak layak terdaftar di DTKS dapat dicoret. Lalu masyarakat prasejahtera yang belum terdaftar di DTKS dapat diusulkan agar masuk ke data itu,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here