Home TANGERANG HUB 1.300 Tenaga Pendidik Di-Rapid Test

1.300 Tenaga Pendidik Di-Rapid Test

0
SHARE
1.300 Tenaga Pendidik Di-Rapid Test
TIM RAPID TEST: Kepala Dindikbud Taryono foto bersama tim rapid test terhadap tenaga pendidik di sekolah-sekolah di Kota Tangsel. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

PONDOK AREN-Sebanyak 1.300 guru dan tenaga pendidikan se-Kota Tangel menjalani rapid test. Rapid test yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel tersebut dilaksanakan didua lokasi, yakni 27 dan 29 Agustus.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengatakan, rapid test yang dilakukan sudah dikomunikasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan. “Pelaksanaan rapid rest ini kami laksanakan secara bertahap kepada guru-guru dan tenaga pendidikan di Tangsel,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (27/8).

Taryono menambahkan, rapid test dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran kluster Covid-19 dan persiapan menjalankan proses pembelajaran tatap muka. Pada hari ini (kemarin) meliputi tiga titik pelaksanaan rapid test. Yaitu, pertama di SMP Negeri 3, guru dari SMP Negeri 2, 3, 6, 10, 13, 23 dan 24.

Sedangkan untuk titik kedua pemeriksaan di SMP Negeri 11, yakni untuk guru-guru SMP Negeri 1, 4, 7, 8, 9, 11, 17, 18, 19, 20, dan 21.

Untuk titik ketiga, pemeriksaan di SMP Negeri 5, yakni guru SMP Negeri 5, 12, 14, 15, 16, dan SMP Negeri 22.

“Total yang akan diperiksa itu sekitar 1.300 guru sudah bersama staf pendidikan,” tambahnya.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubunhan Kota Tangsel ini menuturkan, rapid test guru dan tenaga pendidikan sudah direncanakan sejak lama. Hal itu dilakukan sebagai langkah mempersiapkan apabila sudah waktunya diperbolehkan dilaksanakan pembelajaran secara tatap muka di sekolah guru-guru sudah siap dan sudah di rapid test.

“Sekolah diberlakukan pembelajaran secara tatap muka dilakikan ketika status Covid-19 di Kota Tangsel sudah kuning atau hijau semua,” tuturnya.

Masih menurutnya, saat ini Dindikbud terus menyosialisasikan ke sekolah agar mempersiapkan sanitasinya seperti termogun, wastafel dengan sabun yang banyak dan memadai sesuai dengan jumlah siswa.

“Dibuat juga pola pergerakan anak dengan tanda panah, silang, hingga anak berdiri dimana. Kemudian ada izin, Gugus Tugas Covid-19, Pemkot, sekolah dan orangtua,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here