Home TANGERANG HUB Camat Gotong-Royong Bangun Rumah Roboh

Camat Gotong-Royong Bangun Rumah Roboh

0
SHARE
Camat Gotong-Royong Bangun Rumah Roboh
PELETAKAN BATU PERTAMA: Camat Mekar Baru Zamzam Manohara (kiri) dan Kapolsek Kronjo AKP Riyadi (kanan) meletakan batu pertama program bedah rumah swadaya di Kampung Sasak, RT 05/02, Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9). FOTO: Dok. Pribadi Zamzam Manohara

MEKAR BARU–Tidak miliki anggaran bedah rumah. Camat Mekar Baru, Kabupaten Tangerang bangunkan rumah warga bernama Salbiah warga Kampung Sasak, RT 05/02, Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang patungan. Sebelumnya, rumah semi permanen Salbiah roboh dimakan usia.

Camat Mekar Baru, Zamzam Manohara mengatakan, keprihatinan yang menimpa Salbiah menjadi keinginan pihaknya untuk membantu. Ia bersama lainya, berinisiatif bergotong-royong membangun kembali rumah yang roboh menggunakan anggaran swadaya alias patungan.

“Ada yang sudah bantu ngasih uang, ada yang ngasih hebel (bata ringan), ada yang bantu ngasih keramik, ada yang bantu ngasih semen, ada juga yang bantu ngasih pasir. Artinya kami gotong royong untuk ngebantu si pemilik rumah,” kata Zamzam, kepada Tangerang Ekspres, setelah acara peletakan batu pertama bedah rumah, pada Jumat (4/9).

Zamzam bersyukur, meski di tengah pandemi Covid-19 ini, pembangunan bedah rumah masih bisa direalisasikan. Meski kondisi pandemi, tidak menghalangi niat para donatur ataupun warga lain untuk tetap berbagi rezeki.

Zamzam mengapresiasi, aksi gotong royong dalam pembangunan rumah roboh di Desa Klutuk yang diikuti oleh seluruh elemen warga bahu-membahu membantu proses pembangunan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Klutuk Maki mengatakan, awal 2020, pihaknya sudah mengganggarkan pembanunan rumah Ibu Salbiah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Klutuk senilai Rp20 juta. Namun, karena pandemi Covid-19, anggaran tersebut dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19 maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

“Tapi, kami bersyukur masih dapat membedah rumah Bu Salbiah. Meskipun patungan, yang terpenting nanti bisa dihuni lagi oleh Bu Salbiah dan ke empat anaknya. Sementara ini, mereka menetap di rumah sanak keluarganya,” pungkas Maki. (zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here