Home TANGERANG HUB Tiga Paslon Daftar ke KPU Tangsel, Tak Bisa Pemanasan

Tiga Paslon Daftar ke KPU Tangsel, Tak Bisa Pemanasan

0
SHARE

SETU-Tiga pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Tangsel telah mendaftar ke KPU Kota Tangsel. Hari pertama, Jumat (4/9) yang mendaftar paslon Muhamad-Rahayu Saraswati (Muhamad-Sara). Hari kedua, Sabtu (5/9) dua paslon sekaligus. Nur Azizah-Ruhamaben (Azizah-Ruhamaben) dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Ben-Pilar).

Ketiga paslon tidak bisa unjuk kekuatan. Tidak bisa membawa massa dalam jumlah besar, seperti pendaftaran paslon ketika tidak ada pandemi Covid-19. Biasanya, pendaftaran paslon menjadi ajang pemanasan dengan unjuk kekuatan dengan mengerahkan ribuan massa. Pengerahan massa saat pendaftaran bisa menjadi strategi untuk meyakinkan publik, bahwa paslon yang mereka dukung, banyak pendukungnya dan berpotensi menang.

Juga bisa menjadi gambaran seberapa besar mereka menguasai pemilih. Namun, dalam kondisi pendemi, saat pendaftaran jumlah massa yang boleh mengantarkan ke KPU, dibatasi hanya 30 orang. Garing. Justru lebih banyak wartawan serta aparat kepolisian dibanding massa pendukung.

Paslon Muhamad-Sara didukung koalisi partai politik (parpol) paling ‘gemuk’. Lima parpol yang memiliki kursi di DPRD Kota Tangsel dengan jumlah total 23 kursi. PDIP 8 kursi, Gerindra 8 kursi, PSI 4 kursi, PAN 2 kursi, Hanura 1 kursi. Juga didukung 4 parpol yang tidak punya kursi di dewan, Nasdem, Perindo, Garuda dan Berkarya.

Azizah-Ruhamaben didukung parpol yang sedang-sedang saja, 3 parpol. Dengan jumlah total 17 kursi di DPRD Kota Tangsel. Demokrat (5 kursi), PKS (8 kursi) dan PKB (4 kursi). Dukungan koalisi parpol paling ‘ramping’ adalah Ben-Pilar. Hanya satu parpol yang memiliki kursi di DPRD Kota Tangsel. Yakni Golkar yang memiliki kursi terbanyak di dewan, 10 kursi. Cukup dengan dukungan Golkar pasangan ini memenuhi syarat untuk mendaftarkan paslon ke KPU. Dukungan datang dari 3 parpol yang tak punya kursi di dewan, PPP, PBB dan partai baru, Gelora.

Muhamad-Sara datang dengan menggunakan mobil oplet di Doel. Kendaraan khas Betawi yang biasa digunakan Rano Karno saat memerankan Si Doel Anak Betawi. Oplet pabrikan Moris Minor legendaris berwarna biru itu tiba sekitar pukul 14.20 WIB. Begitu tiba, tabuhan marawis juga terdengar menyambut kedatangannya di gedung KPU.

Ketua Partai Gerindra Banten Desmond J. Mahesa mengatakan,  alasan pakai oplet karena banyak warga menggemari sinetron Si Doel. “Artinya ini sebagai simbolisasi kalau Muhamad ini putra Betawi dan dia Si Doel-nya Tangsel,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/9).

Mahesa menambahkan, Muhamad adalah Si Doel-nya Kota Tangsel, mulai dari pendidikan SD sampai S2 mengabdi di Kota Tangsel, dari mulai jabatan yang paling rendah sampai tinggi. “Tinggal sekarang kita minta izin warga agar Muhamad bisa jadi walikota,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Wanto Sugito mengatakan, selain menggunakan kendaraan oplet, pakaian yang digunakan juga bernuansa merah putih. “Warna pakaian merah putih, jelas merah artinya berani dan putih suci. Kalam konteks mensejahterakan harus berani tapi hatinya harus putih,” ujarnya.

Sementara itu, Muhamad menyebut oplet legendaris milik Si Doel memiliki nilai sejarah. Ia sangat menikmati naik kendaraan kebanggaan masyarakat Betawi tersebut. “Menaikinya bagaikan bernostalgia saat masih duduk di bangku sekolah,” ujarnya.

Muhamad menambahkan, setelah mendaftar syarat sudah dinyatakan lengkap dan diterima oleh KPU. Menururutnya, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum berangkat. Hanya mempersiapkan bagaimana memenangkan pertarungan dan visi misi sudah disiapkan.

“Visi misi kita bagaimana kedepan mensejahterakan masyarakat, artinya ada ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, olahraga dan lainnya,” tambahnya.

Mantan Camat Ciputat ini menuturkan, kampanye ke depan tidak bisa dilakukan secara terbuka. Namun,  akan dilakukan melalui media sosial dan virtual. “Boleh berkumpul tapi, kapasitas hanya 50 persen dari kapasitas sesuai aturan PSBB,” tuturnya.

Sementara itu Sara mengaku sebelum berangkat ke KPU persiapkan diri dengan olahraga dan doa bersama. “Kita daftar ke KPU juga didampingi keluarga, baik istri dan suami dan tentunya doa dari keluarga. Kita daftar hari pertama karena kita sidah siap untuk menang,” singkatnya.

Pada hari kedua pendaftan, pasangan Azizah-Ruhamaben tiba di kantor KPU sekitar pukul 11.00 WIB. Azizah datang menggunakan mobil Lexus. Sedangkan Ruhamaben menaiki Toyota Camry. Diiringi ketua partai pengusung serta kader.

Azizah mengatakan, daftar ke KPU ditemani ketua-ketua partai dan jajaran partai pengusung. “Ini adalah koalisi partai yang diberikan Allah yang terbaik. Ini adalah koalisi kerakyatan, keumatan dan kebangsaan. Kami siap berlaga di kontestasi Pilkada Tangsel,” ujarnya.

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum berangkat. Seperti biasa sarapan dan minta restu kepada orang tua sebagai bekal untuk memulai perjuangan untuk ikut kontestasi di Pilkada Tangsel. “Pesan Abah, saya harus tetap meluruskan niat untuk perjuangan membangun Kota Tangsel ke depan. Minta kepada saya untuk mempersiapkan dengan sunguh-sungguh saat kami akan berlaga di kontestasi pilkada dan kami siap,” tambahnya.

Wanita berkerudung ini juga telah mengimbau kepada pendukung di tengah pandemi Covid-19 yakni, bertekat dan bahwa pilkada yang riang gembira, pilkada yang damai, yang mengedepankan gagasan-gahasan untuk memberikan harapan baru pada masyarakat dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Karena kami ingin menjadi bagian dari solusi Kota Tangsel yang lebih baik. Sehingga kami tetap ikut serta dalam ikut memutus mata rantai virus Corona di Kota Tangsel,” tuturnya.

Pada hari kedua sekitar pukul 14.30 WIB, pasangan Ben-Pilar tiba di kantor KPU. Mereka datang menggunakan mobil Mitsubishi Pajero warna putih dan diikuti puluhan kendaraan lainnya. Turut serta Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel Airin Rahcmi Diany dan ketua partai pendukung.

Sebelum tiba di kantor KPU, massa pendukungnya membagi-bagikan masker kepada pengendara yang melintas di depan kantor KPU. Ada juga yang meneriakkan yel-yel dukungan.

Seusai mendaftaf, Ben mengatakan, bersama Pilar menyampaikan berkas pendaftaran kepada KPU. “Berkas sudah diserahkan dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan di RSUD,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, nama koalisinya adalah “Partai Koalisi Rumah Kita Bersama”. Ia mengaku sengaja daftar terakhir karena urut-urutan. “Dengan paslon lain sudah daftar dan kita sudah jelas formasi yang akan mengikuti kontestasi,” tambahnya.

Menurutnya, masa parpol pengusung dan pendukung banyak. Tapi ia sengaja membatasi yang ikut ke KPU karena mematuhi protokol kesehatan. Kita ketahui Pak Ben saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Tangsel dan juga calon walikota. Namun, ia tetap melaksanakan tugas setiap hari sebagai wakil walikota karena covid-19 harus diselesaikan.

“Jadi sosialiasi harus dilakukan dan ini saya sebagai wakil. Kalau ada tugas partai saya izin ke walikota,” tuturnya.

Sementara itu, Pilar Saga Ichsan mengatakan, dari awal tahun ia sudah melakukan sosialisasi dan melakukan perkenalan kepada masyarakat. “Dampaknya luar biasa dan antusiasme masyarakat Tangsel terhadap Ben-Pilar sangat luar biasa. Kami yakin bisa memenangkan pilkada,” ujarnya.

Pilar mengaku untuk meyakinkan masyarakat membawa gagasan pembangunan untuk Tangsel yang dibutuhkan masyarakat. “Kedepannya bersama Ben-Pilar Insya Allah masyarakat bisa menilai, program yang akan kita tawarkan nanti saat kita mengeluarkan visi misi masyarakat akan tertarik. Dan yakin dan bersama Ben-Pilar Tangsel bisa terus lebih baik lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD Parta Golkar Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, makna pilkada adalah pemilihan walikota dan wakil walikota. Ia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Ben dan Pilar yang meyakinkan pendukung mereka. “Kami menghormati apapun yang menjadi keputusan partai,” ujarnya.

Airin menambahkan, belajar dari pengalamannya ikut pilkada dua kali, tentunya adalah bagaimana meyakinkan kepada masyarakat jika yang diusung adalah yang terbaik, amanah, istikomah dan bisa melanjutkan pembangunan untuk membuat Kota Tangsel lebih baik lagi.

“Bagi kami partai Golkar bersahabat dengan siapa pun, yang pasti bagaimana kita meyakinkan kepada masyarakat bahwa sebuah partai adalah sebuah organisasi yang tentunya adalah menerima aspirasi dan menyalurkannya. Pilkada juga sama, masyarakat ingin melihat pemimpin kedepan untuk menjadi seperti apa,” tambahnya.

Wanita berkerudung ini menuturkan, tugas kita mengantarkan, mengusung dan mendukung. “Insya Allah Ben-Pilar bisa menang dan dilantik jadi walikota dan wakil walkota,” tegasnya.
Airin paham betul siapa itu Ben. Karena, lebih dari 9 tahun mendampinginya mempimpin Tangsel.

“Pak Ben tahu apa yang terbaik untuk Kota Tangsel dan masyarakat. Sebuah pembangunan perlu keberlanjutan, bagaimana tahapan ini bisa dilanjutkan untuk mencapai Tangsel lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ibu dua anak ini menuturkan, pandemi Covid-19 adalah hal baru dan sejarah baru bagi Indonesia di tengah pilkada. “Jadi kita semua wajib menjalankan protokol kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, anggota KPU Kota Tangsel Achmad Mudjahid Zein mengatakan, syarat pencalonan sudah diserahkan. Tapi syarat calon akan dilakukan penelitian administrasi sampak 12 September mendatang. “Syarat calon berdasarkan BB1 suda lengkap,” ujarnya.

Zein menambahkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun hak peserta pemilu tetap ada, tapi menjalankan protokol kesehatan. “Jadi yang diserahkan paslon berkasnya adalah syarat calon BKW1 parpol, B1KWK parpol, SK, visi misi, tim kampanye dan lainnya. Pada 23 September mendatang akan kita lakukan penetapan calon dan 24 Seltember mengundian nomor urut,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here