Home TANGERANG HUB PSBB Diperpanjang Hingga Oktober

PSBB Diperpanjang Hingga Oktober

0
SHARE
PSBB Diperpanjang Hingga Oktober
KERJA BERSAMA: Walikota Airin Rachmi Diany memberikan penjelasan terkait progres kepatuhan warga dalam menerapkan prtokol kesehatan selama PSBB di Kota Tangsel. Ia mengajak seluruh elemen bekerja sama dalam memutus rantai persebaran Covid-19. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memastikan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Oktober mendatang. Hal tersebut dilakukan karena persentasi penerapan PSBB masih kurang 25,62 persen lagi. Sehingga pemerintah memberlakukan kebijakan perpanjangan PSBB hingga 14 hari ke depan.

“Melihat dari capaian kepatuhan masyarakat pada PSBB ke-10 tahap 11 sampai Minggu (19/9), rata-rata mencapai 74,38 persen. Angka ini sebenarnya cukup baik, akan tetapi masih terdapat 25, 62 persen masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan. Dari angka 74,38 tersebut, angka RT-nya masih di bawah satu. Sedangkan seperti kita ketahui bersama menjelang akhir masa psbb angka kasus cenderung naik dan ini ada kaitannya dengan kedisplinan atau ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (masih 25,62%). Sehingga kita masih memberlakukan PSBB kembali,”ungkap Airin, Minggu (19/9).

Airin mengungkapkan, apabila dalam kurun waktu dua minggu berturut turut selama PSBBB berlangsung capaian RT di bawah satu dan tidak ada penambahan kasus baru maka pemerintah daerah dapat melakukan kebijakan pelonggaran.

Mengingat pada akhir masa psbb berakhir dan kasus cenderung naik, ada beberapa indikator epidemiologi yang belum terpenuhi maka dapat dipertimbangkan psbb dapat diperpanjang kembali.

Disoal mengenaik apakah akan ada pelonggaran, Airin mengungkapkan, lokasi Tangsel berdekatan dengan episentrum covid yaitu DKI Jakarta, karena dekat dengan episentrum maka Tangsel harus mengambil langkah strategis seperti dengan mencegah impor kasus dari DKI atau daerah lain, mencegah cluster baru, karena warga Tangsel bekerja di Jakarta dan melakukan pengetatan protokol kesehatan melalui sosialisasi edukasi masif, pemberian rekomendasi dengan pertimbangan zona wilayah.

Kemudian, Airin memastikan bahwa seluruh kegiatan dengan melibatkan banyak orang harus dibatasi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kluster baru dan menambahkan kasus baru terhadap jumlah kasus Covid-19 di Kota Tangsel.

Sosialisasi mengenai protokol kesehatan terus dilakukan. Secara massif pemeritah terus memberikan edukasi serta rekomendasi dan pertimbangan zona merah untuk Tangsel. Kemudian semua fasilitas pelayanan kesehatan pun ditambahkan.

“Indikator surveilans seperti tracing dan tes terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan indikator pelayanan kesehatan yang memadai. Tersedia di semua sarana kesehatan,” kata dia.

Airin menyampaikan bahwa agar terhindar dari risiko terinfeksi, warga harus menjaga sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh sendiri bisa dibentuk melalui olahraga secara rutin, mencukupi asupan gizi. Mengonsumsi vitamin, melalui makanan yang mengandung vitamin A, E, C dan Zinc.

Untuk penggunaan masker sendiri, Airin menyampaikan bahwa menggunakan masker harus sesuai dengan ukuran wajah. Juga pada saat tidak mengenakannya, masker dilarang untuk diletakkan di atas dagu. Lalu diimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan lapisan yang rapat dan dapat menghindari masker dengan bahan berongga

“Kemudian gunakan masker yang bisa menutup hidung. Dan jangan pernah mengenakan masker yang menyisakan hidung atau hanya menutupi mulut saja,” tutup Airin. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here