Home TANGERANG HUB Pembangunan Kantor Desa Kohod Tertunda, Dampak Pandemi Covid-19

Pembangunan Kantor Desa Kohod Tertunda, Dampak Pandemi Covid-19

0
SHARE
Pembangunan Kantor Desa Kohod Tertunda, Dampak Pandemi Covid-19
SEPI: Tidak ada aktivitas pembangunan di Kantor Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (29/9). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PAKUHAJI — Pembangunan kantor Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, tertunda. Penyebabnya, anggaran pembangunan kantor desa ini dialihkan untuk percepatan penanganan covid-19.

Kepala Desa Kohod Rohaman mengatakan, mulai membangun kantor desa sejak akhir 2019. Kantor desa dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Rencanya, pihak pemerintahan desa akan melakakan pembangunan pada tahun 2020 ini. Namun, hingga saat ini, kegiatan tersebut terhambat akibat anggaran.

“Pada awal tahun 2020 ini, kami anggarkan kembali untuk penuntasan pembangunan kantor desa. Lalu karena musibah pandemi covid-19, maka anggaran yang sudah direncanakan untuk penuntasan pembangunan dialihkan untuk fokus percepatan penanganan covid-19,” tutur Rohaman, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/9).

Sejatinya kata Rohaman, apabila anggaran tidak di re-alokasi untuk fokus percepatan penanganan covid-19, walhasil pembangunan kantor desa sudah tuntas pada awal 2020 ini. Padahal, memiliki kantor desa yang lebih layak sudah menjadi rencanannya.

Sementara ini, bangunan kantor desa yang berdiri di atas lahan sekitar 200 meter persegi ini, belum bisa digunakan sebagai tempat beraktivitas perangkat desa dan tempat pelayanan administrasi kependudukan kepada warganya.

“Sekarang ini, kami ngantor dan melayani warga di Gedung Pemberdayaan Masyarakat Desa Kohod. Jaraknya tidak jauh dari kantor desa yang pembangunannya tertunda,” jelasnya.

Rohaman berharap, warga tidak menganggap dirinya lalai dalam membangun kantor desa. Ia berharap lagi, warga tidak menganggap pembangunan kantor desa mangkrak atau terbengkalai.

Sementara itu, Muhamad Najin Jaminudin, seorang perangkat desa, mengatakan kepala desa maupun perangkat desa memiliki keinginan segera punya kantor yang baru setelah pembagunan kantor desa tuntas. Namun keinginan tersebut tertunda. “Karena pandemi covid-19, keinginan kami punya kantor desa yang bagus jadi molor alias tertunda,” ucapnya.

Najin berharap, pandemi covid-19 segera berakhir, sehingga pihaknya dapat mengalikasikan kembali anggaran untuk melanjutkan pembangunan kantor desa. (zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here