Home TANGERANG HUB Hotel Kyriad Untuk Isolasi OTG

Hotel Kyriad Untuk Isolasi OTG

0
SHARE
Hotel Kyriad Untuk Isolasi OTG
Wakil Walikota Tangerang Sachrudin saat meninjau kesiapan Hotel Kyriad, di kecamatan Neglasari yang akan digunakan untuk tempat isolasi mandiri pasien OTG, Minggu (4/10). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG-Pemkot Tangerang, memilih Hotel Kyriad, di Kecamatan Neglasari untuk mengkarantina pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Besok (hari ini), hotel tersebut siap digunakan. Hotel itu memiliki 165 kamar. Untuk lantai 2, digunakan untuk melakukan pemeriksaan. Lantai 3 sampai 6 digunakan untuk isolasi. Dan lantai 7 untuk berjemur pasien.

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin mengatakan, kesiapan di Hotel Kyriad sudah 90 persen. Artinya, hari ini, sudah bisa digunakan untuk pasien OTG Covid-19 melakukan isolasi mandiri. Dan tidak ada lagi, yang melakukan isolasi mandiri di rumah. “Tadi (kemarin) saya melihat langsung. Kamar sudah siap dan bisa digunakan Senin (hari ini). Jadi semua pasien OTG, nantinya akan di isolasi di hotel ini,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres usai meninjau Hotel Kyriad, Minggu (4/10).

Sachrudin menambahkan, untuk dokter akan disiapkan 4 orang. Satu dokter akan menangani 40 pasien. Jadi, semua pasien akan dipantau perkembangannya setiap hari, dan dilakukan pengecekan kesehatan rutin. “Mudah-mudahan dengan adanya penambahan tempat isolasi ini, bisa menekan angka penyebaran virus Corona. Dengan cara ini sangat efektif, daripada harus isolasi di rumah yang bisa memaparkan ke anggota keluarga,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Tangerang terus berupaya menanggulangi Covid-19. Mulai dari yang terpapar sampai dengan yang terdampak. Artinya, upaya Pemkot Tangerang menangani virus Corona akan terus dilakukan sampai selesai. “Kami akan sekuat tenaga menangani virus Corona. Tidak hanya masalah kesehatan, masalah ekonomi masyarkat yang terdampak juga kami pikirkan, dengan membuat beberapa program,”katanya.

Sachrudin menuturkan, penanganan virus Corona tidak bisa berjalan efektif, jika masyarkaat tidak ikut andil. Salah satunya tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi ini masih ada. “Jika masyarakat tidak patuh dalam protokol kesehatan, maka penyebaran terus bertambah. Kita butuh peran masyarkat untuk menangani virus Corona. Jadi mari bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran virus Corona,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here