Home HUKUM Siswi Korban Pelecehan Seksual Takut Bertemu Guru

Siswi Korban Pelecehan Seksual Takut Bertemu Guru

0
SHARE
KUNJUNGI KORBAN: Kakak kandung korban (kiri) menerima kunjungan dari Ketum DPP KMPI Widia Wardani Djaiz (ke lima dari kanan) dan tim, di kediaman orang tuanya di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (20/6). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

TANGERANG — N, salah seorang siswi SMAN 2 Kabupaten Tangerang, yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum gurunya berharap tidak lagi bertemu lagi dengan guru tersebut di sekolah.

DL, ibu kandung N, menyampaikan anaknya tak ingin bertemu lagi dengan oknum guru berinisial S, yang mengajar mata pelajaran seni budaya, setelah nanti masa libur sekolah selesai.

“Jadi, kami berharap oknum guru itu tidak ada lagi di SMAN 2 Kabupaten Tangerang,” kata DL, saat ditemui Tangerang Ekspres, di kediamannya, Senin (20/6).

Sebagai ibu kandung, DL mengaku hatinya merasa terpukul saat mendengar cerita anak perempuannya tentang kronologis peristiwa pelecehan seksual yang dialami anaknya.

“Bahkan, anak saya sempat memfoto oknum guru itu, saat berjalan diajak ke suatu tempat yang ternyata ruangan yang sepi, pada ajang perlombaan di salah satu SMA swasta, Sabtu (11/11) lalu,” tuturnya.

MH, kakak kandung N, menyatakan bukan hanya adiknya yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru SMAN 2 Kabupaten Tangerang. Menurutnya, korban lebih dari satu.

“Bahkan, dalam ajang perlombaan pada Sabtu itu saja, ada tiga orang. Salah satunya adik saya. Saya siap membantu pihak terkait untuk menelusuri informasi dari tujuh korban,” ungkap MH.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Muda Perempuan Indonesia (DPP KMPI) Widia Wardani Djaiz mengatakan, akan memantau progres pemberian sanksi yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudatayaan (Dindikbud) Provinsi Banten kepada oknum guru tersebut.

“Soal pemecatan ataupun pemindahan tugas oknum guru itu, kewenangannya ada di Dindikbud. Namun tetap hal tersebut pun harus berdasar rekomendasi dari sekolah sebagai bahan kajian Dindikbud mengambil keputusan,” pungkas Widia.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Kabupaten Tangerang Cucu Waryaman pun tidak membenarkan aksi yang dilakukan oknum guru kepada siswinya.

“Saya tidak membenarkan itu. Perlakuan itu tidak dibenarkan,” ucapnya.

Terkait persoalan tersebut, Cucu menuturkan, sudah menerima laporan dari keluarga siswi. Kemudian, pihaknya pun sudah meneruskan laporan keluarga siswi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.

“Keluarga meminta yang bersangkutan (oknum guru) dipecat. Maka soal pemecatan akan saya kembalikan ke pimpinan saya. Dinas,” ujarnya. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here