Dia menambahkan sejumlah potensi kerajinan tangan yang telah berkembang di masyarakat, seperti tas dari kulit buaya dan ular, produk batik dari daun-daunan, hingga miniatur perahu dari kayu sangat berpotensi menembus pasar ekspor. Untuk itu dukungan lintas sektor mulai dari perangkat daerah, perusahaan daerah, swasta sampai dengan lembaga-lembaga keuangan daerah sangat dibutuhkan agar para pelaku usaha kerajinan bisa mendapatkan bantuan lunak dan akses untuk pengembangan usahanya.
“Kami mendorong terus adanya kerja sama, termasuk MoU antara Dekranasda dengan lembaga keuangan daerah untuk memperkuat pembiayaan UMKM. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk mendukung pelaku usaha agar dapat tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.
Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus Dekranasda Kab. Tangerang terus melakukan terobosan dan inovasi-inovasi agar produk kerajinan para pelaku usaha di Kabupaten Tangerang semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.


















