Home TANGERANG HUB Rayakan Ultah di Pantai, Malah Tenggelam

Rayakan Ultah di Pantai, Malah Tenggelam

0
SHARE
EVAKUASI: Tim Damkar Kepulauan Seribu saat mengevakuasi Almarhum Rangga Eka Hutama ke RSUD Kepulauan Seribu, Senin (31/12). FOTO: Tim Damkar Kepulauan Seribu for Tangerang Ekspres

TELUKNAGA – Duka menyelimuti keluarga Rangga Eka Hutama (22), warga Perumahan Komplek Mutiara Garuda, Blok C5 Nomor 45 RT 02/16, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, nyawa anak pertama pasangan Waskito Adi Prasetyo dan Sri Purwanti ini, tidak bisa diselamatkan setelah tenggelam di perairan Pulau Semak Daun, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, DKI Jakarta, Senin (31/12).

Kejadian naas itu bermula saat Rahmat, Amri dan Rangga berenang sekira Pukul 07.45 WIB, di Pantai Pulau Semak Daun, sedangkan Ara, Santo, Satya dan Ikbal berada di tenda camping. Setelah berenang beberapa lama, tiba-tiba Rangga mengalami keram.

Spontan, Rahmat dan kawan-kawan berusaha menolong Rangga, alhasil Rangga berhasil dibawa ke daratan. Selanjutnya, Rangga dievakuasi Tim Damkar Kepulauan Seribu ke ruang IGD RSUD Kepulauan Seribu. Namun, sayangnya, nyawa alumni SMK Panca Karya, Cikokol, Kota Tangerang tahun lulusan 2013 ini tidak bisa diselamatkan.

Amri, menjelaskan, lokasi tempat berenang cukup dalam. Ditambah lagi, tiba-tiba arus air laut dan angin yang cukup kencang pada saat itu. Kemudian, hal yang tidak terduga terjadi yakni Rangga mengalami keram sehingga sulit untuk berenang.

“Kami sudah berupaya menyelamatkan teman kami (Rangga-red), namun kami tidak berhasil menyelamatkan nyawa Rangga,” kata Amri, di rumah duka kepada Tangerang Ekspres, Selasa (1/1).

Pada Minggu (30/12), mereka berangkat menggunakan perahu dari Muara Rawa Saban, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang menuju Pulau Panggang selama tiga jam. Dilanjutkan, dari Pulau Panggang menuju Pulau Semak Daun, selama 45 menit. Setelah sampai di Pulau Semak Daun, mereka bermalam menggunakan tenda.

“Tujuan kami ke sana ingin berlibur sekaligus memperingati hari ulang tahun salah satu teman kami, yang tidak jadi ikut karena ada suatu keperluan,” ujar Amri.

Di tempat yang sama, Waskito, ayah Rangga mengatakan, dia tidak memiliki pirasat apapun sebelum anaknya meninggal dunia. Namun, penuturan istrinya Sri Purwanti, Rangga sering becanda dengan istrinya dengan menarik kaki istrinya saat tidur.

“Hal itu, tidak pernah dilakukan sebelumnya. Padahal, Rangga anak yang jarang bercanda saat di rumah,” tuturnya. (mg-2/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here