Home BISNIS Sektor Properti Butuh Stimulus

Sektor Properti Butuh Stimulus

0
SHARE
PAMERAN PROPERTI: Pertumbuhan sektor properti dalam setahun terakhir ini kian lesu. Dibutuhkan stimulus dari pemerintah agar sektor ini bisa bangkit.

JAKARTA – Pertumbuhan sektor properti yang lesu membuat sejumlah pengembang yang tergabung dalam Himperra berharap agar pemerintah mengucurkan sejumlah stimulus untuk industri properti usai pemilu.

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengembang Perumahan dan Permukiman Rakyat (Himperra) Ari Tri Proyono mengatakan, dirinya bersama sejumlah pengembang lain berharap setelah pemilihan umum (Pemilu) presiden pada April mendatang, pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5%.

“Pertumbuhan [ekonomi] di atas 5% itu secara makro stabil dan terjaga, sehingga industri properti bisa tumbuh terutama di segmen yang kemarin terkendala, yaitu menengah ke atas,” ungkapnya seperti dikutip Bisnis.com, Minggu (20/1).

Pihaknya mengharap ke depan pemerintah bisa mengeluarkan sejumlah langkah untuk menstimulus pertumbuhan sektor properti internasional baik dari sisi regulasi, perizinan pembangunan khususnya di daerah, perpajakan, perpajakan, dan perbankan.

“Pemerintah secara khusus perlu melakukan kebijakan penurunan bunga untuk produksi rumah maupun bunga kredit pemilikan rumah (KPR) agar pasar perumahan nasional bisa tumbuh,” lanjutnya.

Selain itu, Ari menambahkan bahwa perlu adanya stimulus untuk kalangan milenial agar mereka mau membeli rumah. Pasalnya, segmen pasar pada kalangan tersebut bertumbuh sangat kuat di Indonesia.

“Itu Perlu juga dipikirkan bersama, karena segmen itu akan tumbuh sangat kuat, misalnya dengan KPR khusus milenial. Dipikirkan, gimmick dan stimulusnya apa supaya milenial bisa apresiasi,” tuturnya.

Kemudian, stimulus untuk para pengembang dari pemerintah juga perlu dipikirkan, terutama bagi yang bergerak di sektor rumah-rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Ari, sektor itu penting karena menyumbang pangsa pasara terbesar di Indonesia.

Himperra berharap ketersediaan tanah murah untuk membangun perumahan rakyat juga bisa segera diwujudkan. Hal ini, imbuh Ari, bisa membantu pemerintah juga untuk mewujudkan pembangunan Program Satu Juta Rumah (PSR).

“Sekali lagi, semoga Pemilu berjalan aman lancar dan damai sehingga bisnis properti bisa tetap tumbuh signifikan tahun ini.”

Sementara itu, sejumlah pengembang mengakui penjualan perumahan yang lesu dalam setahun belakangan tak dirasakan oleh pemilik proyek sektor menengah ke bawah. Mereka yakin, usai pemilihan umum penjualan akan makin menghijau.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk Olivia Surodjo mengatakan bahwa untuk strategi penjualan usai pemilihan umum, pihaknya akan meluncurkan lebih banyak produk baru pada semester II/2019. Olivia menuturkan, dari pihaknya belum ada strategi khusus karena masih mengandalkan perumahan kelas menengah.

“Yang pasti akan ada lebih banyak produk baru yang akan diluncurkan. Untuk penjualannya, kami masih fokus di sektor perumahan menengan dan menengah ke bawah karena masih oke,” ungkapnya, Minggu (20/1).

Pengaruh pemilu, imbuh Olivia, sangat kecil untuk tipe perumahan kelas menengah hingga menengah ke bawah. Hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi pengembang lain untuk rencana pembangunan proyek ke depan.

“Untuk setelah semester II/2019, nanti kita genjot lagi untuk kelas yang menengah ke atas,” lanjutnya.(bis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here