Home TANGERANG HUB Aset Kerap Jadi Catatan BPK

Aset Kerap Jadi Catatan BPK

0
SHARE
PENATAAN ASET: Narasumber acara penatausahaan dan pengelola aset di depan puluhan bagian TU SDN di Kota Tangsel.

TANGERANG-Pengelolaan aset tetap, pengelola dan penatausahaan dan persediaan barang haru menjadi perhatian. Alasannya, persoalan tersebut selalu jadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Oleh karena itu, pengelolaan uang harus mendapat pehatian khusus.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany meminta pegawai untuk meningkatkan kewaspadaan pengelolaan aset tetap, pengelola dan penatausahaan persediaan barang.

Hal ini disebabkan proses pengadaan persediaan barang melekat pada kegiatan pengadaan dan penggunaan barang persediaan langsung tidak terdokumentasikan dengan baik.

Akibatnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak mendapatkan data akurat tentang pengadaan dan pemakaian persediaan barang. Selain itu, terbatasnya pengetahuan PPTK jika barang persediaan harus dicatat dan dilaporkan secara periodik kepada pengurus barang.

Hal tersebut, diutarakan Walikota saat membuka kegiatan bimbingan teknis pengawasan barang, persediaan, kas dan stok opname di lingkungan SDN Tahap 3, SMPN dan Puskesmas di Hotel Horison Grand Serpong, Kebon Nanas, Kota Tangerang pada Senin (11/3).

“Setelah ikut Bimtek bapak ibu harus mengerti dan tahu soal persediaan barang, kas dan stok opname. Jangan sampai salah pencatatan,” kata Airin.

Walikota menyarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satu dengan melakukan penertiban pencatatan. “Ini butuh komitmen ibu bapak semua. Pengawasan dan pencatatan barang, kas dan stok opname sangat penting dalam laporan,” ujarnya.

Walikota juga mengatakan, dirinya mendapatkan informasi jika pencatatan dan pelaporan barang persediaan sering terjadi masalah. Terutama laporan keuangan daerah. Di antaranya, permasalahan barang persediaan dalam penyusunan laporan keuangan, pengurus dan pembantu barang kurang memahami kelompok jenis barang persediaan. Serta, molornya laporan penyerahan laporan persediaan.

“Saya minta peserta Bimtek untuk fokus dan berkomitmen agar persoalan tersebut tidak kembali terulang ke depannya,” pungkasnya. (hms/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here