Home TANGERANG HUB Bakal Pamer GSM ke Mendikbud

Bakal Pamer GSM ke Mendikbud

1
SHARE
ARAHAN: Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (tengah) didampingi Kadindik Hadisa Mansyur (kiri) memberikan arahan pada rapat internal di Ruang Rapat Wareng Puspemkab, Rabu (13/3). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta karakter peserta didik. Diharapkan, perbaikan yang dinilai dapat mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana pada 2017 bertengger di angka 70,97 naik tipis dari 70,44 di 2016.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dimasa kepemimpinannya untuk kedua kali, pihaknya begitu konsen kepada bidang pendidikan. Pihaknya akan memaparkan keberhasilan program yang sudah dilaksanakan, serta program kedepan yang akan dilaksanakan di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhanjir Effendi, yang direnacanakan ke Kabupaten Tangerang pada akhir pekan nanti. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan mendapatkan saran serta dukungan dari  Muhanjir Effendi.

“Kita ingin menunjukan kepada menteri program yang telah dilaksanakan lima tahun lalu, sampai program yang akan kita laksanakan lima tahun yang akan datang,” terangnya kepada awak media usai rapat di Ruang Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/3).

Zaki menerangkan, keberhasilan pemkab di pendidikan selama lima tahun lalu yakni program sanitasi bersih sekolah yang telah dijadikan percontohan nasional. Sedangkan, saat ini pihak pemkab telah melunucurkan Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki) yang dinilai sudah berjalan efektif.

“Mudah-mudahan keberhasilan kita di pendidikan dapat menjadi program nasional. Di forum-forum sering dibahas keberhasilan kita, dan ini perlu diketahui oleh Pak Menteri nantinya,” ujarnya.

Hadisa menegaskan, porgram GSM tidak akan menimbulkan kekacauan pada standar kurikulum yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia menjelaskan, program tersebut justru dapat mendukung proses belajar mengajar dengan membuat peserta didik semangat saat datang ke sekolah.

“Bukan saja pendidikan formal yang sesuai dengan akademik akan tetapi juga program non akademik dan pogram lainnya. Inti kurikulum tetap 80 persen, yang 20 persen merupakan tambahan tadi agar anak ke sekolah dengan persaan menyenangkan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Tangerang Hadisa Mansyur, mengatakan, telah dilakukan rapat bersama jajaran Dinas Pendidikan (Dindik) bersama bupati guna mematangkan konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Dimana sekolah akan ditingkatkan mutu baik fisik berupa bangunan ataupun non fisik (guru dan peserta didik).

“Ada 20 SMP dan 50 dari SD negeri yang kita jadikan pilot projek (uji coba) untuk program GSM. Dimana bukan saja interaksi ataupun proses pendidikan terhdap siswa akan tetapi juga pemahaman tenaga pendidik serta komitmen kepala sekolahnya,” ujar Hadisa.

Mengenai program GSM yang dapat bersinggungan dengan program pemerintah pusat yakni full day school (sekolah sehari penuh), Hadisa akan berkoordinasi dengan jajaran kepala sekolah se-Kabupaten Tangerang. “Kurikulum 2013 itu membuat murid pulang sore hari. Untuk GSM kita akan kita diskusikan lebih lanjut,” tandasnya. (mg-10/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here