Home TANGERANG HUB Diduga Pengundian Hadiah Curang, Peserta Sepeda Santai Ngamuk

Diduga Pengundian Hadiah Curang, Peserta Sepeda Santai Ngamuk

432
1
SHARE

PAMULANG-Polisi membubarkan even sepeda santai dan lari gembira, yang digelar di South City, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Minggu (31/3) siang. Pasalnya, pengundian hadiah yang dilakukan panitia menimbulkan kericuhan. Saat diundi, tidak ada satu pun nomor yang cocok dengan potongan tiket peserta.

Peserta yang merasa ditipu mengamuk. Panitia berserta mobil dan sepeda motor yang akan dijadikan hadiah ditahan di Mapolres Tangsel. Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, awalnya acara tersebut berjalan aman dan lancar. “Awalnya acara berjalan bagus. Tapi, peserta menyayangkan ketidakprofesionalan panitia, sehingga terjadi keributan saat pengundian hadiah. Saat pengundian hadiah diduga ada kecurangan yang dilakukan panitia. Contohnya sudah ada 10 panggilan tapi tidak ada yang nyangkut nomor kuponnya. Diulang lagi dan tidak ada nomor yang cocok dengan milik peserta,” tambahnya.

Masih menurutnya, panitia juga mengumumkan bila pengundian hadiah akan dilanjutkan malam hari di pemkot. Ini membuat peserta semakin marah. Dengan kondisi seperti itu peserta merasa dibohongi dan minta uang dikembalikan.

“Lantaran masalah tersebut, saya bersama anggota melakukan upaya untuk penyelesaian atau mediasi peserta dengan panitia, dan ada kesepakatan dari panitia untuk mengembalikan uang pendaftaran. Baru berapa persen yang dikembalikan dan akan dilanjutkan besok pagi (hari ini),” ungkapnya.

Mantan Kapolsek Kelapa Dua tersebut menuturkan, lantaran ada indikasi kecurangan, polisi melakukan tindakan dengan mengamankan dua orang panitia serta satu unit mobil Daihatsu Calya, dua unit sepeda motor, mesin cuci dan lainnya, yang sedianya akan dijadikan hadiah.

Dua orang panitia dibawa ke Polres Tangsel untuk dilakukan proses penyelidikan. “Bila perbuatan panitia terbukti melakukan penipuan, maka diancam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan diancaman hukuman penjara paling lama empat tahun,” tuturnya.

Warga Pondok Cabe Ilir yang juga peserta acara, Abdul Malik mengatakan, kekesalan peserta memuncak lantaran beberapa kali kupon undian diambil panitia, namun tidak ada yang cocok dengan nomor yang dipegang peserta. “Peserta tak ada yang dapat hadiah undian,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (31/3).

Malik menambahkan, kekesalan warga semakin memuncak karena beberapa kali kupon yang diambil nomornya tidak ada yang sesuai dengan nomor peserta. Karena curiga, beberapa peserta naik ke atas panggung dan mencocokkan nomor undian yang dimiliki dengan ratusan potongan kupon yang ada di kotak panitia. Hasilnya, tidak ada satupun yang nomornya sama.

Lantaran penasaran peserta lalu memaksa panitia agar menjelaskan hal tersebut. Lantaran merasa ditipu, maka peserta minta tanggung jawab panitia dan minta uang pendaftaran sebesar Rp 50 ribu per peserta dikembalikan. “Baru sekitar 500 peserta yang uangnya dikembalikan dan sisanya akan dikembalikan besok (hari ini),” ungkapnya.(bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here