Home TANGERANG HUB Pengunjung Ke Pantai Tanjung Kait Meningkat

Pengunjung Ke Pantai Tanjung Kait Meningkat

0
SHARE
BERENANG: Sejumlah orang sedang asik berenang di Pantai Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (12/6). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

MAUK – Setelah Tsunami Selat Sunda, menyebkan jumlah pengunjung ke pantai di beberapa daerah Banten, menurun sejak akhir Desember 2018 lalu. Salah satunya, di objek wisata Pantai Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Tapi, saat ini pengunjung mulai berani berdatangan kembali ke objek wisata di wilayah utara Kabupaten Tangerang itu. Puncaknya, pengunjung ramai berdatangan pada hari libur lebaran. Dengan demikian, libur Hari Raya Idul Fitri dianggap mendatangkan keberkahan bagi pedagang di objek wisata itu.

Nuryanah, Pemilik RM Pesona Laut bersyukur objek wisata Pantai Tanjung Kait, kembali ramai didatangi pengunjung. Menurutnya, ramai pengunjung dilihat dari omzet yang didapatkannya per hari. Sebab, saat ini omzet yang didapatnya normal kembali.

Dikatakan Nuryanah, padahal dia merasa omzetnya menurun drastis setelah musibah Tsunami Selat Sunda. Hal itu, lanjutnya, terus dirasakan hingga sebelum libur lebaran kemarin.

“Setelah  musibah itu, omzet kami hanya Rp500 ribu sampai Rp1 juta per hari. Bahkan, malam tahun baru 2019, saya cuma melayani pembelian satu gelas kopi saja,” kenang Nuryanah, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (12/6).

Sekarang ibu tiga anak ini dapat kembali tersenyum. Pasalnya, pengunjung objek wisata Tanjung Kait kembali ramai saat libur Lebaran. Nuryanah mengatakan, libur Hari Raya Idul Fitri membawa keberkahan bagi pedagang di tempat wisata Tanjung Kait.

“Sekarang, saya pribadi sudah memiliki omzet seperti sebelum musibah Tsunami Selat Sunda yakni, kisaran Rp3 juta sampai Rp10 juta per hari,” ucapnya.

Salah satu pengunjung, Somad, warga Kota Tangerang Selatan mengatakan, hari ini (kemarin-red), dia mengajak keluarganya berwisata ke Pantai Tanjung Kait dalam rangka liburan. Ia mengaku, rutin ke objek wisata itu setiap libur tahun baru ataupun lebaran sejak beberapa tahun lalu.

“Tapi, saya engga datang kesini (Pantai Tanjung Kait-red) saat liburan tahun baru 2019 lalu. Sebab saat itu, belum lama dari musibah Tsunami Selat Sunda. Jadi, khawatir saja kalau main ke pantai,” akuinya.

Sekarang, kata Somad, dia berani kembali mengajak keluarganya liburan ke Pantai Tanjung Kait. “Insya Allah, percaya sama Allah kalau Pantai Tanjung Kait, aman-aman saja dan dijauhkan dari musibah,” ucapnya.

Hanya saja, Somad mengeluhkan, sejumlah orang yang meminta uang. Sebab, dia dimintai tiga kali bayar saat masuk. “Pertama bayar masuk Rp10 ribu. Kedua bayar masuk lagi Rp10 ribu. Ketiga bayar lagi untuk titip kendaraan Rp10 ribu,”

Usulan Somad, sebaiknya uang masuk diminta satu kali saja sesuai nilai yang ditentukan. Meskipun harus bayar Rp30 ribu, tapi diminta satu kali saja, itu jauh lebih baik, pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here