Home TANGERANG HUB Pemkab Ajukan Penerima Vaksin 6 Ribu Orang

Pemkab Ajukan Penerima Vaksin 6 Ribu Orang

0
SHARE
Pemkab Ajukan Penerima Vaksin 6 Ribu Orang
SWAB: Petugas medis di Hotel Singgah Yasmin melakukan pemeriksaan sebelum mengambil sampel usapan di tenggorokan dan hidung pasien untuk mengetahui paparan virus Corona, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA –Ribuan orang di Kabupaten Tangerang ditargetkan mendapat vaksin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui dinas kesehatan (Dinkes) sudah mengajukan kuota vaksin tahap pertama kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sasaranya, dalam tahap pertama ini vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI, polri, Satpol PP dan Satgas tingkat kecamatan termasuk Camat. Mereka merupakan petugas yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Juru Bicara Satun Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan, pemerintah telah selesai mendata penerima vaksin yang menjadi skala prioritas. Hanya saja, pemerintah masih menunggu jadwal pemberian vaksin dari provinsi.

“Kita selesai mendata. Sekarang sedang proses pengajuan kepada pemerintah provinsi. Hingga saat ini kita belum tahu kuota pemkab dapat berapa dalam program vaksinasi nanti,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Kamis (19/11).

Hendra melanjutkan, secara nasional pemerintah daerah mendapat kuota vaksin sebanyak 8 juta jiwa. Kuota tersebut akan diberikan kepada elemen masyarakat yang masuk skala prioritas untuk diberikan vaksin.

“Tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit daerah maupun swasta. Juga yang bekerja di puskesmas dan klinik yang akan masuk skala prioritas. Selain itu, nanti TNI dan polisi yang masuk sebagai satgas bersama Satpol PP tingkat kabupaten hingga kecamatan,” jelasnya.

Hendra menuturkan, elemen masyarakat tersebut masuk dalam skala prioritas untuk diberikan vaksin. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat berkualitas dan aman dari penularan virus Corona.

Nama-nama pemerima vaksin tahap pertama disetorkan oleh instansi yang bersangkutan. Ia menuturkan, keterbatasan jumlah vaksin diharuskan pemerintah membuat skala prioritas penerima vaksin. Ia memastikan, akses masyarakat terhadap vaksin tetap terbuka hanya saja ada pemberian tahap pertama dan masuk kategori skala prioritas.

“Untuk tenaga kesehatan yang dari rumah sakit swasta dan klinik kita meminta surat yang isinya nama-nama dari penerima vaksin. Termasuk dari instansi vertikal. Jumlahnya mencapai 6 ribu orang. Itu masuk skala prioritas dan tahap pertama yang akan divaksin,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here