Home TANGERANG HUB Harga Sembako Tak Boleh Naik

Harga Sembako Tak Boleh Naik

0
SHARE

JAKARTA-Pemerintah menjamin, menjelang Ramadan dan Idul Fitri tidak akan ada kenaikan harga komoditas bahan pokok. Untuk memastikannya, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan, gabungan dari Kementerian Pertanian, TNI AD dan Polri. Satgas akan menindak dan menangkap spekulan harga atau tengkulak yang berani memainkan harga komoditas yang biasa disebut sembako tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, jalur distribusi pangan masih terbuka menjadi jalan spekulan untuk meraup keuntungan. Selama mereka bebas berkeliaran, harga pangan masih terancam. Itu berlaku meskipun suplai pangan yang disediakan pemerintah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Persoalan rantai distribusi. Adanya pemain spekulan. Adanya pemain monopoli. Itu yang terjadi di lapangan,” ungkap Tito ditemui di Mabes Polri Rabu (3/5). Berdasar laporan yang disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) kesiapan pangan Ramadan dan lebaran tahun ini, Tito mengungkapkan bahwa stok pangan yang tersedia masih aman.

“Hasil rakor (rapat koordinasi) kesediaan pangan untuk Ramadan prinsipnya cukup,” ucap dia. Baik stok pangan produksi dalam negeri maupun dukungan pangan yang didatangkan dari luar negeri. Tidak heran pemerintah percaya diri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga optimistis mampu menjaga stabilitas harga pangan meski kebutuhan meningkat signifikan. Kalaupun terjadi kenaikan harga pangan, disparitas dengan harga normal tidak terlalu tinggi. Memastikan jalur distribusi pangan jauh dari gangguan spekulan adalah salah satu cara yang dianggap ampuh untuk menjaga stabilitas harga pangan. “Untuk itu dibentuk Satgas (Satuan Tugas) Pangan Mabes Polri,” kata Tito. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyebutkan, satgas tersebut tidak bekerja sendiri.

Selain KPPU, Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Seluruh instansi tersebut akan turut serta memantau jalur distribusi pangan. Bukan hanya memantau, mereka juga akan mengevaluasi secara rutin. “Setiap dua minggu,” ujar Tito. Pergerakan satgas tidak hanya di tingkat nasional. Melainkan sampai daerah.

Orang nomor satu di Mabes Polri itu menyebutkan, Satgas Pangan juga dibentuk di level polda. Mereka diperintahkan bergerak bersama dinas perdagangan, dinas pertanian, serta instansi lain yang turut bertanggung jawab terhadap pasokan pangan di daerah. “Mereka akan melakukan langkah preventif sampai penegakan hukum,” jelas Tito. Evaluasi satgas ditingkat polda pun dilakukan setiap dua pekan. Dengan begitu perubahan dan pergerakan yang terjadi terawasi.

Tidak tanggung, Tito menegaskan bahwa kinerja Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di setiap polda juga akan dipantau ketat. Apabila terjadi kenaikan harga namun tidak ada pergerakan dari Satgas Pangan yang sudah dibentuk, dia bakal mencopot Dirkrimsus yang dipercaya memimpin satgas tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here