Home OLAHRAGA MEREBUT STATUS QUO

MEREBUT STATUS QUO

0
SHARE

POSISI puncak klasemen Grup 2 kompetisi Liga 2 diambil alih oleh Cilegon United, Senin(31/8) lalu. Persita sebagai pemilik status quo pemuncak klasemen tak ingin lama-lama melepas posisi tersebut. Minggu (6/8) sore di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang menjadi target buat Pendekar Cisadane untuk kembali merasakan singgasana nomor 1 di Grup 2 dengan mengalahkan tamunya PS. Lampung Sakti.

“Kami ingin kembali ke trek untuk lolos ke babak selanjutnya dengan status juara grup dengan menang atas Lampung Sakti. Kemenangan dari Lampung Sakti juga wajib kami wujudkan sebagai modal menghadapi pertandingan selanjutnya yang semakin ketat,” ucap Bambang Nurdiansyah Pelatih Persita.

Beruntung keinginan Banur, sapaan Bambang Nurdiansyah, didukung tambahan kekuatan pasukan Persita di paruh putaran pertama. Ada empat pemain yang masuk yakni Andi Prayoga (kiper), I Gusti Rustiawan, Rafid Lestaluhu (penyerang sayap) dan Rachmat Affandi (striker).

Keempatnya sudah sah sebagai pemain Persita dan bisa dimainkan saat menjamu Lampung Sakti besutan Nova Arianto. “Kehadiran keempatnya menambah kekuatan kami untuk menghadapi putaran kedua, kami semakin optimis bisa meraih kemenangan atas Lampung sakti,” ungkap Banur.

Kehadiran terutama tiga pemain di posisi penyerang sayap (Gusti dan Rafid) dan striker (Rachmat Affandi) diyakini mantan pelatih Cilegon United itu bisa menambah daya dobrak Persita dalam menciptakan gol. Variasi serangan di lini depan semakin banyak, berbeda dengan sebelumnya yang hanya mengandalkan Sirvi Arvani di lini depan.

Kehadiran Rachmat Affandi yang punya pengalaman segudang main di Liga 1, menjadi ancaman khusus buat Lampung Sakti yang sebagian dihuni pemain lokal. Eks Persija itu didukung pemain yang memiliki kecepatan dan daya dukung yang lumayan bagus pada diri Rafid, Gusti dan Hari Habrian.

Ditambah dukungan umpan-umpan matang dari Egi Melgiansyah dan Heru Setyawan di lini tengah diyakini akan membuat Rachmat Affandi semakin tajam. “Rachmat Affandi itu striker tajam, ia tahu apa yang harus dilakukan di kotak penalti. Apalagi kalau dia dapat layanan yang lumayan umpan yang bagus,” jelas Banur.

Pemain di lini depan Persita pun tak perlu ragu untuk melakukan aksi ofensif ke pertahanan lawan. Maklum sejauh ini pertahanan Persita adalah yang paling tangguh di Grup 2.

Pertahanan Persita menempati posisi pertama sebagai tim yang paling jarang kebobolan. Tim Ungu hanya kebobolan 4 kali dari sembilan laga yang telah dijalani di Liga 2.

“Lini pertahanan kami memang jadi andalan, ketangguhan mereka saya yakin akan membuat pemain penyerang dan striker semakin nyaman melakukan serangan,” tutupnya.

Rachmat Affandi sendiri optimis untuk membawa Persita meraih kemenangan di laga debutnya bereragam ungu. Apalagi lanjut eks pemain Persebaya itu ia mengenal betul pemain yang ada di Persita terutama Egi dan Rafid.

“Saya rasa tak butuh adaptasi lama dengan permainan Persita karena banyak pemain yang saya kenal. Insya Allah saya akan berusaha sekuat tenaga membawa Persita menang di laga pertama dan pertandingan lainnya,” ucap Rachmat Affandi.

Pada laga ini Rachmat Affandi juga punya misi khusus yang ditunjukkan bersama Persita terkait mantan klubnya Persebaya. Ia ingin memperlihatkan bisa tampil garang dan membuat gol agar anggapan tim Bajul Ijo, julukan Persebaya, tentang cedera yang dialaminya tidak benar. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here