Home BISNIS Meraup Untung dari Bisnis Burung

Meraup Untung dari Bisnis Burung

0
SHARE

TANGERANG-Berawal dari kecintaan  terhadap burung, Nugraha Adhi Perdana memutuskan untuk berbisnis burung Paruh Bengkok. Hingga akhirnya ia membentuk komunitas dan berbisnis dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan anggota komunitas yang memerlukan pakan serta aksesoris burung tersebut.

          “Harga burung paruh bengkok  sudah mahal, kalau sudah terlatih  harganya bisa lebih mahal. Mencapai 2-10 kali lipat dari harga biasanya. Selain harganya, kecerdasan burung ini juga menjadi daya tarik bisnis,” ujar Nugraha, Selasa (3/10).

          Sejak 2016 lalu, dirinya sudah menjual burung Paruh Bengkok, yakni Parkit, Lovebird, Sun Conure, Patogonian, dan Macaw. Selain itu, Nugraha juga menjual makanan burung, aksesoris burung serta alat latih burung. “Yang paling banyak diminati burung Sun Conure, Lovebird, Parkit dan Macaw,” tandas Nugraha.

          Burung Paruh Bengkok yang dijualnya berasal dari ternak sendiri dan mengambil dari anggota komunitas untuk dia jual kembali. Biasanya mengambil burung Paruh Bengkok Kalimantan dan Medan. Kebanyakan pembeli dari Jabodetabek dan pulau Jawa. Agar burung tetap terjaga kesehatannya serta keindahaanya, menurut Nugraha yang paling utama adalah kebersihan kandang. “Alas kandang harus setiap hari dibersihkan dan air minum diganti setiap harinya,”imbuh Dirinya.

          Harga burung paruh bengkok sendiri mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 juta. Sedangkan tempat makan, tangkringan burung, pluit dan lain-lain  dibandrol dengan harga mulai Rp 25 ribu hingga Rp 1 juta. Untuk harga burung Parkit Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, Burung Sun Conure san Macaw mulai dari Rp 10 juta ke atas. Sedangkan untuk harga burung yang sudah terlatih bisa berbicara tergantung jenis nya, kisaran Rp 20 juta ke atas.

          “Burung yang sudah bisa berbicara tidak menentu, aneh-aneh kadang bisa tinggi banget. Penjualan tidak menentu, minimal 7 ekor dalam sebulan. Untuk omsetnya sendiri saya bisa mengantongi Rp 70 juta hingga 150 juta perbulan, kadang lebih kalau lagi ramai,” pungkas Nugraha. (mg-7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here