Home OLAHRAGA Sinyal Bahaya

Sinyal Bahaya

0
SHARE

TURIN – “Italia gagal lolos ke Piala Dunia? Itu seperti sebuah tragedi negeri ini,” sebut pelatih Italia Giampiero Ventura, seperti dikutip ESPN, pekan lalu WIB. Lewat pernyataannya itu, Ventura sepertinya sudah membaca tanda bahaya bagi skuad asuhannya.

Terbukti, Italia kemarin hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Makedonia. Padahal, Italia sempat memimpin melalui gol Giorgio Chiellini pada menit ke-40. Namun, Gli Azzurri-julukan timnas Italia harus gigit jari. Ini setelah Aleksandar Trajkovski menyamakan kedudukan pada menit ke-77.

Hasil seri di Olimpico Grande Torino, Turin itu, memastikan Italia bertengger di zona playoff. Sebab, tiket lolos otomatis sudah menjadi milik Spanyol yang sukses melibas Albania dengan skor 3-0.  an, apapun hasil laga melawan Albania pada matchday terakhir grup G Selasa lusa WIB (10/10), Gianluigi Buffon dkk tetap harus menunggu hasil drawing playoff yang baru digelar pada 17 Oktober nanti WIB.

Hanya, dari laga kemarin WIB Ventura sudah mencium tanda bahaya itu. “Apabila dalam playoff nanti kami bermain seperti babak kedua, maka berakhirlah peluang kami,” kata Ventura, dalam konferensi persnya seperti dikutip Football Italia.

Penampilan Italia pada babak kedua memang kontras dengan babak pertama. Nyaris tak ada ancaman yang mereka berikan setelah unggul satu gol. Ventura beralasan, level kebugaran pemainnya drop di babak kedua. “Saya tak bisa mendapatkan performa seperti apa yang saya inginkan. Kini fokus kami mengembalikan energi pemain lagi,” ungkap nahkoda 69 tahun itu.

Ventura mengelak jika anak asuhnya kehilangan konfidensi pada babak kedua. Ventura pun menerima hujatan dan boo yang disuarakan fans Italia setelah gol penyama Makedonia. “Kritik atau pujian, negatif atau momen yang positif sudah pernah saya dapatkan, seperti layaknya para pelatih lainnya,” lanjutnya.

Ventura berkilah, bukan hanya Italia. Jerman atau Spanyol pasti akan kesulitan meredam Makedonia. “Bahkan, mereka (Makedonia) nyaris menahan (Spanyol),” kilah eks pelatih Torino itu. Terpisah, Chiellini kepada RAI Sport mengakui ada efek di balik kekalahan dari Spanyol bulan lalu.

Kekalahan itu membuat Buffon dkk berpikir, bahwa mereka mentok hanya bisa menembus  playoff. “Kami pun di laga-laga setelahnya (lawan Spanyol) jadi kehilangan antusiasme,” ungkap Si Kingkong, begitu julukan Chiellini. Tapi dia berharap itu bisa dihilangkan pada playoff bulan depan. “Lebih rileks dan lebih kalem, itu yang kami butuhkan,” tambah bek Juventus itu. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here