Home TANGERANG HUB Tiga Balon Independen Konsultasi ke KPU

Tiga Balon Independen Konsultasi ke KPU

0
SHARE

CISAUK-Mendekati pendaftaran pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan 24 November nanti, sudah tiga pasangan Balon yang berkonsultasi ke KPU Kabupaten Tangerang. Ketiga pasangan yang melakukan konsultasi itu yakni pasangan Subambang-Isma, Pajar dan pasangan Isa Amsaro-Helmi.

Tiga pasang yang sudah melakukan konsultasi KPU itu diketahui saat KPU Kabupaten Tangerang menggelar sosialisasi di salah satu Pondok Pesantren, Kecamatan Cisoka, Minggu (22/10).

Ketua KPUD Kabupaten Tangerang Ahmad Jamaludin mengatakan, sosialisasi bagi calon perorangan adalah salah satu tahapan menjelang dilaksanakan Pilkada Bupati Tangerang 2018 mendatang. Menurutnya, selain bakal calon (Balon) Bupati yang didukung partai politik, KPUD juga berkewajiban memberi informasi dengan menyelenggarakan sosialisasi bagi calon perseorangan.

Sosialisasi ini dilakukan di enam tempat sekaligus, yakni di Kecamataan Cisoka, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Jambe, Kecamatan Solear, Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Balaraja.

Menurut Jamal, kegiatan sosialisasi menyasar ke sejumlah ormas, pondok pesantren dan tokoh masyarakat. Jamal mengatakan, selain memberi sosialisasi, pihaknya juga meminta kepada ormas, pondok pesantren dan tokoh masyarakat, agar juga menyampaikan secara luas informasi dari KPUD ini.

“Kami ingin masyarakat tahu, bahwa tanggal 24 November merupakan dimulainya pembukaan tahapan pendaftaran Balon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan (non partai-red),” ujarnya.

Menurut Jamal, hingga saat ini pihaknya belum menerima satupun pihak yang mendaftar sebagai calon Bupati dari perorangan. Menurut Jamal, terdapat tiga nama mendatangi KPUD, namun ketiganya baru berkonsultasi dan belum mengambil berkas pendaftaran. Ketiganya adalah Subambang-Isma, Pajar dan Isa Amsaro-Helmi.

Jamal melanjutkan, saat ini PPS dan PPK belum terbentuk, sehingga pihaknya berinisiatif menggandeng sejumlah ormas, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat, untuk membantu KPU mensosialisasikan kegiatan KPU.

“Kami coba menggandeng mereka, karena kepanjangan tangan kami yakni PPS dan PPK belum terbentuk,” ujarnya. (mg-14)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here